BPBD KAB MAGETAN

Sekolah Luar Biasa Negeri Karangrejo yang Tangguh Bencana

SLB Negeri Karengrejo Magetan adalah sekolah luar biasa pertama yang mewujudkan pendidikan aman bencana melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kabupaten Magetan.

Upaya mewujudkan pedidikan aman bencana melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan terlibat memfasilitasi program SPAB pada Senin (19/7) sampai Rabu (21/7) di aula SLB Negeri Karengrejo Magetan. Bagi fasilitator, hal ini merupakan tantangan tersendiri. Terutama ketika berhadapan dengan anak-anak yang berkebutuhan khusus.

Tidak hanya warga sekolah saja yang dilibatkan tetapi juga melibatkan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan guru SLB lain serta masyarakat sekitar lokasi sekolah. Dengan tujuan untuk menyebarkan serta mendapatkan komitmen semua pihak terkait pelaksanaan SPAB.

Dipandu oleh fasilitator, mereka membuat peta ancaman, peta kerentanan, dan peta kapasitas, yang merupakan alat untuk menghasilkan peta evakuasi sekolah. Selanjutnya warga sekolah berproses dalam penyusunan rencana aksi dan pembentukan tim siaga bencana, pembuatan prosedur tetap tanggap darurat bencana sekolah, peta jalur evakuasi, serta titik kumpul. Setelah itu, dilaksanakan simulasi kesiapsiagaan sekolah yang disesuaikan dengan jenis bencana yang berisiko tinggi disekolah berdasarkan hasil kajian risiko bencana.

 Terdapat beberapa catatan penting yang diperoleh oleh Fasilitator selama pelaksanaan program ini, antara lain:

  • SLB Negeri Karangrejo dapat   menunjukkan keseriusan dan atensi yang besar dalam konteks penanggulangan bencana.
  • Anak-anak berkebutuhan khusus juga tidak kalah dalam berpartisipasi dalam proses penanggulangan bencana di sekolah.
  • Anak-anak berkebutuhan khusus dan bapak ibu guru dapat menjadi agen PRB di lingkungan keluarga dan tutor sebaya bagi komunitas di lingkungan tempat tinggal.

Senang rasanya bisa berbagi pengetahuan dan belajar bersama warga sekolah SLB Negeri Karangrejo. Kebahagiaan tersendiri adalah ketika melihat anak-anak berkebutuhan khusus memahami cara evakuasi mandiri, pada saat simulasi.

Setiap tahapan jika dilaksanakan dengan baik, akan berdampak luar biasa baik untuk peningkatan pengetahuan, wawasan, serta membantu sekolah dalam membuat kebijakan pengurangan resiko bencana dan tetap berupaya melakukan rencana tindak lanjut dengan kontinuitas.