BPBD KAB MAGETAN

Menyeka Tangis di Balik Badai : Janji Setia Kami Menjadi Perisai Bumi Mageti

Oleh : Eka Radityo
Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan

Bumi Mageti yang kita cintai dianugerahi bentang alam yang sungguh elok. Pepohonan yang rindang berjajar bak payung hijau raksasa, senantiasa memberikan keteduhan di kala terik matahari menyengat dan menahan laju air di kala hujan turun membasahi pertiwi. Namun, layaknya napas kehidupan manusia, alam pun memiliki siklus dan pergolakan suasana hati.

Ketika langit mulai merajut awan kelabu dan angin berhembus dengan kehendak yang tak lagi terbendung, pepohonan yang tadinya berdiri sebagai pelindung, terkadang terpaksa menyerah pada kejamnya usia dan cuaca. Mereka dapat berubah menjadi dahan-dahan renta yang rapuh dan siap jatuh ke pelukan bumi.

Kami menyadari betul dinamika harmoni alam ini. Tugas kami bukan sekadar menaklukkan bencana, melainkan memahami ritme semesta sembari memasang badan sebagai perisai pelindung bagi masyarakat. Menghadapi cuaca ekstrem yang kerap membawa serta hembusan angin kencang, ancaman pohon tumbang adalah sebuah keniscayaan yang harus kami mitigasi dengan langkah yang terukur, sigap, dan senantiasa penuh empati.

Sebuah duka yang begitu mendalam masih membekas lekat di sanubari kami. Pada hari Minggu, 8 Maret 2026 yang lalu, semesta memberikan ujian yang begitu berat di Jalan Raya Magetan-Ngawi, tepatnya di Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo. Sebuah pohon trembesi tua berdiameter sekitar 70 sentimeter, tak lagi kuasa menahan sapuan angin kencang dan hujan deras yang turun siang itu. Tubuhnya yang gagah roboh secara tiba-tiba, menimpa sebuah keluarga kecil yang tengah berkendara di bawah naungannya mencari jalan pulang.

Dalam peristiwa yang sangat memilukan tersebut, kita harus rela melepas kepergian seorang ananda tercinta, Artha Rizky Rajendra, yang baru menginjak usia 9 tahun. Sementara itu, kedua orang tuanya mengalami luka-luka di tengah hiruk-pikuk evakuasi yang dibasahi rintik hujan. Saat tim BPBD Magetan turun ke lokasi untuk merengkuh para korban dan menyingkirkan dahan yang menutup urat nadi lalu lintas, hati kami ikut gerimis. Melalui untaian kata ini, izinkan kami menundukkan kepala sejenak, mengirimkan doa terbaik dan rasa belasungkawa yang paling tulus kepada keluarga korban. Air mata yang jatuh hari itu adalah pengingat yang menyayat hati bahwa ikhtiar perlindungan ini belum usai dan harus terus disempurnakan.

Tragedi jatuhnya korban jiwa ini menjadi cambuk pengingat bagi kami di BPBD Magetan untuk merapatkan barisan. Ada sejumlah upaya terpadu dan berkelanjutan yang harus terus kami kerjakan agar air mata tak lagi menetes di aspal Magetan karena bencana serupa.

Tentu saja kami tidak melangkah sendirian. Bersama perangkat daerah terkait, kami harus menggiatkan patroli untuk “menyapa” dan memantau kondisi pepohonan di sepanjang jalan protokol. Pohon-pohon yang mahkotanya sudah terlalu berat oleh rimbunnya dedaunan atau dahannya mulai melapuk, harus dipangkas dengan kelembutan. Ini bukanlah bentuk pengrusakan, melainkan cara kami merawat mereka agar tidak tumbang saat badai menari terlalu kencang.

Setiap ruas jalan di Kabupaten Magetan secara harus dipetakan tingkat kerentanannya. Pohon-pohon yang akarnya mulai rapuh terhimpit aspal jalan, atau yang batangnya condong mengancam pengguna jalan, langsung ditandai sebagai prioritas penanganan. Ibarat seorang tabib, kami berusaha mendiagnosis penyakit alam sebelum gejala parah muncul ke permukaan.

Alat mitigasi yang paling tangguh sejatinya bermuara pada kesadaran masyarakat itu sendiri. Kami tiada henti merajut komunikasi dengan warga, mengimbau dengan bahasa yang santun agar tidak menjadikan pohon-pohon besar sebagai tempat berteduh kala hujan badai datang. Biarlah pepohonan itu menahan amuk badai sendirian; kami memohon agar warga senantiasa mencari tempat berlindung di dalam bangunan yang jauh lebih kokoh.

Evakuasi yang cepat, tepat, dan tanggap adalah buah manis dari semangat gotong royong. BPBD merangkul jajaran TNI, Polri, tim relawan, serta aparatur pemerintah desa dalam satu ikatan keluarga besar kesiapsiagaan bencana. Saat musibah datang melintang di jalan raya, tim gabungan ini akan lekas membelah rintangan dan memulihkan kembali denyut nadi kehidupan warga.

Sebagai pelayan masyarakat, kami di BPBD Kabupaten Magetan sangat menyadari bahwa manusia tidak memiliki kuasa untuk menghentikan angin yang berhembus atau menyuruh awan berhenti menurunkan hujannya. Namun, kami berjanji untuk terus berjaga tanpa lelah, menjadi penjaga garis depan dalam merawat keselamatan seluruh warga. Mari kita senantiasa berdampingan dengan alam, menjaga lingkungan dengan cinta kasih, dan selalu mawas diri saat langit mulai meredup.

*)Penulis adalah Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan

TANAH LONGSOR DI JALAN SARANGAN TAWANGMANGU TAK MAKAN KORBAN

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Plaosan selama lebih dari tiga jam, mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Jalan Raya Tawangmangu–Plaosan, tepatnya masuk Kelurahan Sarangan, Kabupaten Magetan.

Peristiwa longsor terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026 sekitar pukul 05.00 WIB. Material tanah dengan panjang kurang lebih tiga meter dan tinggi sekitar enam meter menutup sekitar 50 persen badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat sempat terganggu.

Laporan kejadian diterima Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magetan dari Polsek Plaosan pada pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, pada pukul 07.30 WIB, tim Pusdalops-PB bersama TRC-PB BPBD Magetan segera menuju lokasi untuk melakukan assessment dan penanganan.

Pada pukul 08.15 WIB, BPBD Kabupaten Magetan bersama unsur TNI, Polri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan, Perhutani, perangkat Kelurahan Sarangan, serta masyarakat sekitar, melaksanakan kerja bakti pembersihan material longsor.

Berkat kerja sama dan respon cepat seluruh pihak, pada pukul 09.49 WIB proses pembersihan selesai dilakukan dan arus lalu lintas kembali normal. Dalam kejadian ini, tidak terdapat korban jiwa.

BPBD Kabupaten Magetan mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda potensi longsor, seperti munculnya retakan pada tanah atau dinding rumah, pohon dan tiang yang mulai miring, keluarnya air keruh dari celah tanah, serta terdengarnya suara gemuruh dari arah lereng.

Masyarakat juga diingatkan untuk menghindari aktivitas di sekitar lereng terjal, terutama saat dan setelah hujan deras, serta tidak melintasi area yang telah diberi barikade atau ditutup terpal karena berpotensi terjadi longsor susulan.

Upaya Pencarian Orang Hilang di Desa Lembeyan Wetan, BPBD Magetan Bersama Tim Gabungan Kerahkan 188 Personil

Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan bersama tim gabungan telah melaksanakan operasi pencarian terhadap seorang warga Desa Lembeyan Wetan, Kecamatan Lembeyan, yang dilaporkan hilang sejak Jumat, 9 Mei 2025.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, korban dilaporkan hilang setelah pamit kepada ayahnya sekitar pukul 13.00 WIB untuk menyusul ibunya ke kebun yang berlokasi di pinggir hutan. Saksi mata, Srd. Miskun, melihat korban berjalan ke arah kebun. Namun saat sang ayah tiba kembali di kebun sekitar pukul 14.00 WIB, korban tidak ditemukan di lokasi. Upaya pencarian oleh keluarga dan perangkat desa pada hari itu tidak membuahkan hasil. Pukul 17.30 WIB, orang tua korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Lembeyan.

Informasi hilangnya korban diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Magetan pada Sabtu, 10 Mei 2025 pukul 09.00 WIB. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) segera diturunkan untuk melakukan koordinasi, asesmen ke lokasi kejadian, serta mendata kondisi awal. Pencarian awal oleh TNI, Polri, perangkat desa, dan warga sekitar masih belum membuahkan hasil.

Pada Minggu, 11 Mei 2025 pukul 07.00 WIB, operasi SAR (Opsar) secara resmi dibuka dengan kekuatan 188 personil di bawah komando Basarnas Pos SAR Trenggalek. Tim pencarian gabungan terdiri dari unsur BPBD Magetan, Basarnas, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Perhutani, Pemerintah Desa, Agen Bencana Provinsi Jawa Timur, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat setempat. Pencarian dilakukan dengan metode berbanjar, menyisir area hutan RPH Lembeyan BKPH Sampung yang memiliki luas sekitar 60,12 hektare. Hingga pukul 16.00 WIB, korban belum ditemukan dan tim melanjutkan dengan briefing untuk persiapan pencarian hari berikutnya.

Namun pada pukul 17.00 WIB, BPBD Magetan menerima informasi dari BPBD Bojonegoro bahwa telah ditemukan jenazah yang diduga merupakan korban di aliran Sungai Bengawan Solo wilayah Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Proses evakuasi dilakukan oleh tim BPBD Bojonegoro pada pukul 16.45 WIB.

BPBD Magetan bersama keluarga korban, perangkat desa, serta potensi relawan segera menuju RSUD Dr. Sosodoro Bojonegoro untuk proses identifikasi jenazah. Pada Senin dini hari, 12 Mei 2025 pukul 00.31 WIB, identitas jenazah berhasil dikonfirmasi dan telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

BPBD Magetan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, termasuk unsur TNI/Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat. Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, serta koordinasi lintas wilayah dalam penanganan kejadian bencana dan musibah kemanusiaan.

BPBD Bersama Damkar Magetan Kolaborasi Evakuasi Sapi Didalam Sumur

BPBD Kabupaten Magetan menerima laporan dari Perangkat Kelurahan Bendo pada Kamis (24/10) pukul 09.15 WIB bahwa terdapat hewan ternak milik Bapak Subagiyo (55th) beralamatkan di Kelurahan Bendo RT 06 RW 02, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan masuk kedalam sumur miliknya yang berjarak -+10m dari kandang sapi pada pukul 08.00 WIB. Anak sapi usia 3 bulan seberat -+3 kuintal tersebut lepas dari kandang dan masuk kedalam sumur sedalam -+20 meter. Kemudian meminta bantuan BPBD dan Damkar Kabupaten Magetan untuk mengevakuasi anak sapi tersebut.

Kamis (24/10) pukul 10.15 WIB BPBD dan Damkar Magetan menuju lokasi kejadian. Pukul 10.27 WIB BPBD Kabupaten Magetan melakukan evakuasi dengan peralatan Tripot menggunakan metode Vertical Rescue, kemudian sapi diangkat menggukan katrol dari sumur sedalam -+20 meter. Dalam penanganan petugas menggunakan APD lengkap karena terdapat gas beracun didalam sumur. BPBD dibantu oleh Damkar, TNI, Polri, Perangkat Kelurahan Bendo, Potensi Relawan dan Masyarakat.

Pukul 12.00 WIB Sapi berumur 3 bulan dengan berat -+3 kuintal berhasil di evakuasi dengan peralatan Tripot menggunakan metode Vertical Rescue, kemudian sapi diangkat menggukan katrol dari sumur sedalam -+20 meter dalam keadaan mati kemudian diserahkan kepada pemilik untuk dikubur

BPBD Kabupaten Magetan menghimbau kepada masyarakat, agar lebih waspada dan berhati- hati dan menutup bibir sumur atau lubang saluran air lainnya sebagai upaya menghindari kejadian serupa.

DISTRIBUSIKAN BANTUAN KEPADA WARGA TERDAMPAK CUACA EKSTRIM HUJAN DERAS DISERTAI ANGIN KENCANG DI KECAMATAN KARANGREJO

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Magetan melakukan distribusi bantuan paket sembako, terpal dan selimut kepada warga terdampak cuaca ekstrim hujan deras disertai angin kencang di Kelurahan Manisrejo dan Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan pada Jumat, 27 September 2024.

BPBD Kabupaten Magetan melakukan koordinasi dengan Dinsos Kabupaten Magetan jumlah terdampak untuk penyerahan bantuan dalam upaya penanganan dampak cuaca ekstrim hujan deras disertai angin kencang.

Cuaca ekstrim hujan deras disertai angin kencang terjadi pada Rabu, 25 September 2024 sekitar pukul 16.00 WIB yang menyebabkan pohon tumbang dan 68 (enam puluh delapan) Bangunan rusak di Kel. Manisrejo, Kec. Karangrejo, antara lain 64 (enam puluh empat) rumah warga rusak ringan hingga sedang, 3 (tiga) fasilitas umum (Gedung sebaguna, Polindes dan Rukan Bhabinkamtibmas) rusak ringan, 1 (satu) warung makam milik warga dan 51 (lima puluh satu) Bangunan rusak Kel. Karangrejo, Kec. Karangrejo, antara lain 48 (empat puluh delapan) rumah warga rusak ringan hingga sedang, 2 (dua) perkantoran (Puskesmas dan Koramil) rusak ringan serta 1 (satu) sekolah (SDN 1 Karangrejo) rusak ringan. Tidak terdapat korban jiwa dan korban mengungsi pada kejadian ini.

BPBD Kabupaten Magetan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap protensi bencana cuaca ekstrim peralihan musim penghujan dengan memantau prakiraan cuaca melalui laman BMKG mempersiapkan rencana kesiapsiagaan dan mitigasi bencana dengan memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang, menjaga kebersihan aliran sungai dan daerah resapan air, serta memastikan bangunan memiliki struktur yang kuat.

PENDISTRIBUSIAN AIR BERSIH UNTUK WARGA TERDAMPAK KEKERINGAN DI DESA KUWON, KECAMATAN KARAS

Tidak adanya hujan yang turun di wilayah Magetan Jawa Timur sejak juli 2024. Hal ini membuat sejumlah warga di wilayah kecamatan karas alami kekeringan dan kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik itu kebutuhan memasak maupun kebutuhan pembersihan.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan melakukan assessment dan kaji cepat ke lokasi kekeringan dan kesulitan air bersih.

Menurunnya debit air tanah dikarenakan banyak warga yang beralih menggunakan sumur bor, Air Pamsimas tidak bisa menjangkau ke semua warga dikarenakan penampungan air (tower tandon) kurang tinggi, dan Sumur warga kering. Sehingga menyebabkan RT 2 RW 1 sejumlah ± 30 KK, 70 jiwa dan RT 5 RW 2 sejumlah ± 10 KK, 30 Jiwa di Desa Kuwon Kecamatan Karas Kabupaten Magetan terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih.

Koordinasi dan kesepakatan bersama dengan Pemdes Kuwon BPBD Kabupaten Magetan memasang tandon penampungan di 3 (tiga) titik untuk dilakukan droping air. Selain itu BPBD Kabupaten Magetan memberikan bantuan 40 jirigen berkapasitas 20 liter dan 40 paket sembako kepada warga terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih.

Pada hari Sabtu (14/9) Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan Jaka Risdiyanto, SH, M.Si bersama Kasi Kedaruratan dan Logistik Eka Wahyudi, S.Sos meninjau pemberian distribusi air ke wilayah Desa Kuwon Kecamatan Karas Kabupaten Magetan.

Kehadirannya di lokasi tersebut untuk melihat secara langsung dan memastikan bantuan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat dan juga tepat sasaran.

Jumlah distribusi 6000 liter air dengan estimasi kebutuhan 60 liter/jiwa dan akan dibagikan setiap hari hingga sumber air warga terdampak mengalir kembali. Hingga Minggu (15/9) BPBD Kabupaten Magetan telah mendistribusikan 12.000 liter air bersih kepada warga.

BERUNTUNG KEBAKARAN HUTAN GUNUNG LAWU BULAN AGUSTUS 2024 BERHASIL DIPADAMKAN

MAGETAN- Telah terjadi kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu Magetan, Jawa Timur pada Rabu, (21/8/2024) pukul 13.30 WIB. kebakaran hutan ini terjadi tepat di petak 72D masuk kelurahan Sarangan Magetan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Laporan dari Pusdalops BPBD Kab Magetan, Jawa Timur tidak ada korban jiwa.

Selain itu, informasi dari Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab Magetan Eka Wahyudi mengatakan, upaya penanganan kebakaran BPBD Kab. Magetan berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan upaya pemadaman. Kondisi terkini api telah berhasil dipadamkan pada pukul 15.15 WIB oleh Tim gabungan dari Perhutani, TNI/ Polri dan masyarakat.

Beruntung, upaya sigap dari petugas gabungan Perhutani, TNI/Polri, serta masyarakat setempat berhasil mengendalikan api sebelum merambat lebih luas. Haji Santoso, Asper Lawu Selatan, mengonfirmasi bahwa kebakaran hanya menghanguskan semak dan rumput kering di area seluas 10 x 5 meter.

Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, BPBD Magetan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan membuang puntung rokok atau membuat perapian di kawasan hutan. Mengingat betapa pentingnya kewaspadaan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian hutan, terutama di musim kemarau.

TRC-PB BPBD Magetan Lakukan Evakuasi Jenazah Tersengat Listrik Diatas Pohon

Laporan masuk dari warga kepada pusdalops Minggu 18 Agustus 2024 sekitar pukul 06.00 WIB bahwa warga atas nama Bp. Suyadi 60th (saksi) mendengar suara ledakan, lalu menuju lokasi ledakan dan menjumpai warga a/n M (L/43th) berada di atas pohon awar-awar dengan ketinggian ± 8m dalam kondisi tidak sadarkan diri (karena saat di panggil tidak merespon) mengetahui hal itu saksi menghubungi perangkat desa dan selanjutnya dari pihak desa menghubungi Polsek plaosan, BPBD, PLN , dan Puskesmas.

Lokasi kejadian di Jl. Raya Nitikan Sarangan Desa Nitikan RT 2 RW 1 Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Pukul 06.40 WIB TRC-PB dan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magetan sampai ke lokasi kejadian. Pusdalops-PB melakukan koordinasi, kaji cepat dan pendataan di lokasi kejadian dan TRC-PB BPBD bersama TNI/ POLRI dan PLN melakukan evakuasi penurunan jenazah dari atas pohon menggunakan teknik vertical rescue. Pukul 07.40 WIB penanganan selesai dilakukan, selanjutnya jenazah langsung di bawa ke rumah duka untuk diserahkan ke pihak keluarga dan dilakukan pemeriksaan oleh tim inafis dan puskesmas.

BPBD Kabupaten Magetan menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas, apabila terdapat kejadian serupa ataupun bencana lainnya dapat menghubungi nomor pelayanan BPBD Kabupaten Magetan.

JALAN TEMBUS – SARANGAN LONGSOR TIDAK ADA KORBAN JIWA

Informasi masuk kepada Pusdalops-PB BPBD Kab. Magetan pada hari Sabtu (20/04) bahwa Hujan intensitas ringan hingga sedang yang turun terus menerus lebih dari 3 jam (Jumat, 19 April 2024) pukul 18.00 WIB s.d 22.00 WIB menyebabkan tebing Jalan Raya Sarangan – Tawang Mangu Kel. Sarangan RT 01 RW 01, Kec. Plaosan, Kab. Magetan longsor dan menimpa 75% badan jalan raya dengan ketinggian -+10m, panjang -+8m, tebal -+2m sehingga mengganggu arus lalu lintas kendaraan R2 maupun R4 dan diberlakukan buka tutup lalu lintas jalan. Selain itu material longsor berupa tanah liat dan batu menimpa kabel milik telkom dan penerangan jalan umum.

Sabtu (20/04) pukul 06.20 WIB TRC-PB BPBD Magetan menuju kelokasi kejadian. Pusdalops-PB melakukan pendataan dan koordinasi penanganan. Pukul 07.00 WIB TRC-PB BPBD Magetan bersama TNI, Polri, DPU Bina Marga Prov Jatim, DPUPR Magetan, Dishub Magetan, DLH Magetan, PMI Magetan, Perangkat Kel Sarangan, Perangkat Kec Plaosan, Telkom Magetan, Potensi Relawan kerjabakti pembersihan material longsor menggunakan alat berat dan manual. Pukul 13.00 WIB kerjabakti penanganan tanah longsor selesai dilakukan dan selanjutnya dilakukan pembersihan, penyemprotan menggunakan air untuk memastikan sisa lumpur tidak membahayakan pengguna jalan.

Dampak dari tanah longsor yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB adalah Tebing jalan dan ladang sayur milik Ibu Warsini Kel. Sarangan RT 01 RW 01 dengan kerugian -+500rb. Tinggi longsoran -+10m, panjang -+8m, dan tebal -+2m. Material longsor menimpa kabel penerangan jalan umum, kabel telkom dan menutup 75% badan jalan dan pada pukul 13.00 WIB Kerjabakti pembersihan material tanah longsor telah selesai dilakukan, arus lalu lintas kembali normal dan kabel yang tertimpa material sudah dapat ditangani oleh petugas.

BPBD Kabupaten Magetan menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, berhati-hati dampak cuaca ekstrim peralihan musim penghujan ke musim kemarau apabila terdapat kejadian serupa ataupun bencana lainnya dapat menghubungi nomor pelayanan BPBD Kabupaten Magetan.

#SiapUntukSelamat
#BencanaUrusanBersama
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#BPBDMagetan

KEBAKARAN GUNUNG BUNGKUK PARANG KABUPATEN MAGETAN

Informasi masuk kepada BPBD Kabupaten Magetan pada Senin (04/09) pukul 18.45 WIB telah terjadi kebakaran Lahan Jati di Gunung Bungkuk masuk wilayah Ds Nglopang – Ds Mategal, Kec Parang, Kab Magetan dengan luas lahan terbakar -/+2 hektar. Titik api mulai terlihat pukul 13.30 WIB di bagian puncak gunung bungkuk dan merembet turun hingga -/+1km kepemukiman warga. Perangkat desa dan warga bersama-sama melakukan pemadaman titik api tersebut hingga padam. Lalu pukul 17.30 WIB terdapat titik api kembali mengarah ke pemukiman -+50m dan 2 titik api di puncak gunung bungkuk.

Senin (04/09) Pukul 19.23 WIB TRC-PB dan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magetan menuju ke lokasi kejadian. Pusdalops-PB melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk pemadaman api dan pendataan. TRC-PB BPBD, TNI/POLRI, Perangkat Desa Nglopang dan Mategal dan Masyarakat setempat melakukan pemadaman secara manual menggunakan gepyok dan melakukan ilaran agar api tidak merembet. Pukul 20.00 WIB titik api yang mendekati pemukiman dapat dipadamkan, namun 2 titik apik yang berada di puncak gunung masih menyala. TRC-PB dan Pusdalops-PB, TNI/Polri, Perangkat Desa dan Masyarakat standby dan pemantauan karena terkendala medan yang curam.

BPBD Kabupaten Magetan menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati apabila membakar sampah kering, membuat perapian di lahan ataupun hutan.