BPBD KAB MAGETAN

BPBD Kabupaten Magetan Catat 16 Kejadian Bencana dan Peristiwa Selama Mei 2026

Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mencatat sebanyak 16 kejadian bencana dan peristiwa selama periode 1–31 Mei 2026. Data ini merupakan hasil rekapitulasi laporan kejadian yang terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Magetan.

Dari total kejadian tersebut, bencana tanah longsor menjadi kejadian yang paling dominan dengan 10 kejadian, disusul cuaca ekstrem sebanyak 2 kejadian dan evakuasi serta pertolongan hewan sebanyak 4 kejadian. Sementara itu, tidak tercatat kejadian banjir luapan, kebakaran hutan dan lahan, maupun evakuasi pencarian dan pertolongan manusia selama periode tersebut.

Adapun dampak yang ditimbulkan meliputi 1 kejadian pohon tumbang, kerusakan pada 3 unit rumah, 2 ruas jalan, dan 1 unit jembatan. Tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban luka-luka akibat kejadian bencana dan peristiwa yang terjadi sepanjang bulan Mei 2026.

Sebaran kejadian tercatat di beberapa kecamatan, dengan jumlah kejadian terbanyak berada di Kecamatan Poncol sebanyak 8 kejadian, diikuti Kecamatan Magetan dan Bendo masing-masing 2 kejadian, serta Kecamatan Plaosan, Sidorejo, dan Karas masing-masing 1 kejadian.

BPBD Kabupaten Magetan mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan longsor dan cuaca ekstrem. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan setiap kejadian kebencanaan kepada BPBD atau pemerintah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

BPBD Magetan Salurkan Tambahan Gizi untuk Anak Asuh Stunting di Desa Kuwonharjo

Selasa, 19 Mei 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan menyalurkan bantuan tambahan gizi kepada dua anak asuh stunting Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Magetan di Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Magetan melalui program “Gerakan Anting Emas 2.0”.

Program Anting Emas merupakan tindak lanjut dari Keputusan Bupati Magetan tentang Orang Tua Asuh Balita Stunting untuk Mewujudkan Generasi Magetan Berkualitas Kabupaten Magetan Tahun 2026. Melalui program tersebut, seluruh unsur Pemerintah Kabupaten Magetan diajak untuk berpartisipasi sebagai orang tua asuh bagi balita stunting dengan memberikan dukungan dan bantuan secara berkelanjutan.

Program ini dilaksanakan sebagai upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Magetan dengan mengedepankan semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong. Adapun dasar pelaksanaannya mengacu pada berbagai regulasi terkait perlindungan anak, kesehatan, pangan, serta Peraturan Bupati Magetan tentang percepatan penurunan dan pencegahan stunting terintegrasi.

Berdasarkan data tahun 2026, Kabupaten Magetan memiliki sebanyak 133 balita stunting yang menjadi sasaran pendampingan dan intervensi pemerintah daerah. Oleh karena itu, melalui Gerakan Anting Emas 2.0 diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pemenuhan kebutuhan gizi balita guna menciptakan generasi Magetan yang sehat, kuat, dan berkualitas.

BPBD Kabupaten Magetan berkomitmen mendukung program tersebut tidak hanya melalui penanganan kebencanaan, namun juga dalam kegiatan sosial kemanusiaan yang berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak di Kabupaten Magetan.

Respon Cepat Pagi Hari, BPBD Magetan Evakuasi Ular Piton di Kandang Warga Sidorejo

Kejadian tak biasa terjadi pada Sabtu pagi (9/5/2026), saat seekor ular piton ditemukan di kandang ayam milik warga di Desa Durenan RT 18 RW 4, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Meski penanganan satwa liar bukan menjadi tugas utama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan tetap sigap merespon laporan masyarakat.

Informasi awal diterima melalui call center BPBD sekitar pukul 06.00 WIB dari warga bernama Bapak Suparno, yang melaporkan adanya ular piton di kandang ayamnya. Ular tersebut diketahui telah memangsa satu ekor ayam, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik dan lingkungan sekitar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel BPBD Kabupaten Magetan dari Tim 2 segera menuju lokasi pada pukul 06.15 WIB untuk melakukan pendataan sekaligus evakuasi. Dengan peralatan seadanya dan penuh kehati-hatian, proses penanganan berlangsung cepat.

Hanya dalam waktu kurang dari 20 menit, tepatnya pukul 06.34 WIB, ular piton dengan panjang sekitar 2 meter dan berat kurang lebih 5 kilogram berhasil dievakuasi dalam kondisi aman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kegiatan ini melibatkan personel Pusdalops-PB, yakni Wiji dan Resa, serta tim TRC-PB yang terdiri dari Rangga, Sujianto, Jery, Sudarsono, Edi, dan Baharudin.

Meskipun evakuasi satwa liar bukan merupakan tugas pokok BPBD, respons cepat ini menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat. BPBD Kabupaten Magetan mengimbau warga untuk segera melaporkan kejadian serupa serta tetap waspada terhadap potensi gangguan satwa liar di lingkungan sekitar.

Data Bencana dan Peristiwa Kabupaten Magetan Bulan April 2026

BPBD Kabupaten Magetan mencatat total 61 kejadian bencana dan peristiwa selama periode 1–30 April 2026. Dari seluruh kejadian tersebut, tanah longsor menjadi peristiwa paling dominan dengan 29 kejadian, disusul banjir luapan sebanyak 16 kejadian dan cuaca ekstrem 8 kejadian. Selain itu, terdapat 7 evakuasi dan pertolongan hewan serta 1 kegiatan evakuasi pencarian dan pertolongan manusia, sementara tidak tercatat kejadian kebakaran pada periode ini.

Dari sisi dampak, tercatat 1 orang meninggal dunia, tanpa korban luka-luka, serta 5 kejadian pohon tumbang. Kerusakan infrastruktur meliputi 5 unit rumah rusak, 1 unit sekolah rusak, 2 ruas jalan rusak, dan 1 unit truk mengalami kerusakan.

Sebaran kejadian menunjukkan bahwa beberapa wilayah dengan intensitas kejadian cukup tinggi antara lain Kecamatan Magetan (21 kejadian) dan Kecamatan Poncol (19 kejadian), diikuti kecamatan lainnya dengan jumlah kejadian yang bervariasi.

Data ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih tinggi. BPBD Kabupaten Magetan mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan, memperhatikan kondisi cuaca, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang.

Tetap waspada, tangguh, dan siap siaga menghadapi bencana.

BPBD Kabupaten Magetan turut berpartisipasi dalam kegiatan Korve Area Telaga Sarangan & Penutupan TPS Sarangan

BPBD Kabupaten Magetan turut berpartisipasi dalam kegiatan Korve Area Telaga Sarangan & Penutupan TPS Sarangan yang dilaksanakan pada Jumat (24/04/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI serta menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan wisata Telaga Sarangan. Kehadiran BPBD Magetan bersama Pemerintah Daerah, masyarakat, paguyuban pedagang, dan pelaku usaha menunjukkan sinergi nyata dalam menciptakan lingkungan yang Aman, Bersih, dan nyaman bagi pengunjung.

Selain kegiatan korve, dilakukan pula penutupan TPS Sarangan sebagai langkah tegas dalam penataan pengelolaan sampah guna mencegah pembuangan sampah sembarangan di kawasan wisata.

BPBD Magetan mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan:
✨ Tidak membuang sampah sembarangan
✨ Memilah sampah sesuai jenisnya
✨ Menjaga keindahan kawasan wisata

Lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama 💚

#GerakanIndonesiaASRI
#MagetanResik
#MagetanASRI
#BPBDMagetan
#SaptaPesona
#SampahTanggungJawabBersama

Pelajar Asal Takeran Ditemukan Meninggal di Sungai Bengawan Madiun, Operasi SAR Ditutup

Seorang pelajar berinisial DAM (19), siswa kelas XII asal Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, yang dilaporkan hilang sejak Selasa malam (21/04), akhirnya ditemukan pada Kamis (23/04) sore dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Bengawan Madiun.

Kejadian bermula pada Rabu (22/04) pukul 08.00 WIB saat BPBD Kabupaten Magetan menerima laporan dari pihak keluarga bahwa korban telah meninggalkan rumah sejak Selasa (21/04) sekitar pukul 21.00 WIB dan belum kembali. Di lokasi berbeda, ditemukan barang bukti berupa sepeda motor, STNK, dan sandal di atas Jembatan Ngujur, Desa Gorang Gareng, Kecamatan Nguntoronadi, yang kemudian dipastikan oleh pihak keluarga sebagai milik korban.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel BPBD Magetan bergerak menuju lokasi pada pukul 09.00 WIB dan mulai melakukan penyisiran bersama perangkat desa dan masyarakat di sekitar sungai dan jembatan. Namun hingga pukul 09.30 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Selanjutnya BPBD melakukan pemantauan, pendataan, serta koordinasi dengan Polsek Nguntoronadi. Kondisi cuaca yang diguyur hujan dengan intensitas sedang menyebabkan debit air sungai meningkat hingga sekitar 50 cm pada malam harinya.

Memasuki hari kedua pencarian, Kamis (23/04), operasi dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan BPBD Magetan, TNI/Polri, pemerintah kecamatan, serta relawan dan masyarakat setempat. Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, secara resmi dibuka Posko Operasi SAR (Opsar). Pada pukul 09.30 WIB, tim BASARNAS tiba di lokasi dan dilanjutkan dengan apel pembukaan Operasi SAR yang dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan.

Pencarian dimulai pukul 10.15 WIB dengan melibatkan total 86 personel yang terbagi dalam enam tim. Empat tim melakukan penyisiran menggunakan perahu karet (LCR), sementara dua tim lainnya menyisir jalur darat di sepanjang bantaran sungai. Tim BASARNAS juga melakukan teknik manuver ombak di bawah jembatan untuk membantu mengangkat benda dari dasar sungai ke permukaan.

Setelah sempat mengalami kendala dengan hasil nihil hingga siang hari, tim melakukan evaluasi dan memfokuskan kembali pencarian di sekitar Jembatan Taji. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika pada pukul 15.10 WIB korban ditemukan mengapung sekitar 450 meter dari lokasi awal kejadian.

Korban kemudian dievakuasi pada pukul 15.30 WIB. Selanjutnya, pada pukul 16.14 WIB dilaksanakan apel penutupan Operasi SAR kecelakaan air. Dengan ditemukannya korban, operasi resmi dinyatakan selesai dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

BPBD Bekali Siswa SMK Negeri Poncol dengan Kesiapsiagaan Bencana dalam Pembinaan Mental dan Fisik

BPBD terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui kegiatan Pembinaan Mental dan Fisik bagi siswa SMK Negeri Poncol. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 19 April 2026, bertempat di Bumi Perkemahan Alastuwo, Kecamatan Poncol, dengan melibatkan para siswa dalam berbagai sesi edukatif dan praktik lapangan.

 

Dalam kegiatan tersebut, BPBD hadir sebagai narasumber utama yang memberikan pembekalan komprehensif terkait kebencanaan. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dasar-dasar penanggulangan bencana, jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sejak dini. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga para siswa dapat lebih mudah memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, siswa juga mendapatkan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Dalam sesi ini, peserta tidak hanya dikenalkan pada teori, tetapi juga diberi kesempatan untuk praktik langsung cara menggunakan APAR dengan benar dan aman. Kegiatan ini menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian siswa karena memberikan pengalaman nyata dalam menghadapi potensi kebakaran.

Materi lain yang tak kalah penting adalah Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Dalam sesi ini, siswa dilatih untuk mampu memberikan pertolongan awal pada korban kecelakaan atau kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan. Kemampuan ini dinilai sangat penting sebagai bekal dasar dalam situasi darurat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sebagai puncak kegiatan, dilaksanakan gladi simulasi kesiapsiagaan bencana. Simulasi ini dirancang untuk menguji pemahaman dan keterampilan siswa dalam merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Para siswa terlihat antusias dan serius mengikuti setiap tahapan simulasi, mulai dari evakuasi hingga penanganan korban.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMK Negeri Poncol tidak hanya memiliki ketahanan mental dan fisik yang kuat, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana. BPBD berharap, para siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, sehingga tercipta budaya sadar bencana yang semakin kuat di masa mendatang.

BPBD Magetan Lakukan Verifikasi Lapangan Pascabencana Longsor dan Kerusakan Infrastruktur

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi melaksanakan kegiatan verifikasi lapangan pada Kamis, 16 April 2026, bersama BPBD Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas kejadian bencana tanah longsor yang terjadi pada 10 November 2025 akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Bencana tersebut mengakibatkan tanah longsor pada penahan jalan di ruas jalan raya menuju Desa Gonggang – Desa Janggan, tepatnya di RT 15 RW 05 Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Kejadian ini juga sempat menimpa dua orang korban serta menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan di lokasi kejadian.

Selain itu, tim gabungan juga melakukan verifikasi lapangan di SDN Simbatan 1, Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, yang terdampak kerusakan pada bagian tembok bangunan sekolah akibat bencana tersebut.

Kegiatan verifikasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari permohonan bantuan yang diajukan BPBD Kabupaten Magetan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Upaya ini bertujuan untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya pembangunan kembali talud penahan jalan serta pemulihan bangunan yang mengalami kerusakan.

Adapun unsur yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain BPBD Kabupaten Magetan, BPBD Provinsi Jawa Timur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kecamatan Nguntoronadi, Pemerintah Desa Simbatan, Pemerintah Desa Janggan, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora).

Melalui kegiatan ini, diharapkan proses penanganan pascabencana dapat berjalan secara terkoordinasi dan tepat sasaran, sehingga infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan dan kembali memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Sinergi Lintas Sektor, Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang di Jalur Parang – Lembeyan Demi Keselamatan Masyarakat

BPBD Kabupaten Magetan bersama unsur lintas sektor melaksanakan kegiatan pemangkasan pohon rawan tumbang di Wilayah II Kecamatan Parang, tepatnya di sepanjang Jalan Raya Parang – Lembeyan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Rabu, 15 April 2026 hingga Kamis, 16 April 2026, sebagai upaya mitigasi bencana guna mengantisipasi potensi pohon tumbang yang dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Kegiatan melibatkan petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Magetan, Koramil Parang, Polsek Parang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan, PUPR Wilayah II, serta Kecamatan Parang. Pemangkasan dilakukan sepanjang kurang lebih 4 kilometer dengan jumlah sekitar 20 pohon yang dinilai berpotensi membahayakan karena kondisi rapuh, miring, atau terlalu rimbun.

Selain meningkatkan keselamatan, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas serta meminimalisir risiko kejadian darurat saat cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang. Diharapkan dengan adanya sinergi antarinstansi ini, potensi bencana pohon tumbang di wilayah Parang dapat ditekan sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.

#siapuntukselamat
#budayasadarbencana
#bpbdmagetan
#bencanaurusanbersama

84 Kejadian Bencana Selama Maret 2026, Magetan Tingkatkan Kewaspadaan

Selama periode 1 Maret hingga 31 Maret 2026, tercatat sebanyak 84 kejadian bencana dan peristiwa terjadi di Kabupaten Magetan. Kejadian-kejadian tersebut tersebar di 14 kecamatan dan menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat.

Dari total kejadian tersebut, tercatat 1 orang meninggal dunia dan 5 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 37 pohon tumbang terjadi akibat cuaca ekstrem dan berbagai peristiwa lainnya.

Kerusakan yang ditimbulkan juga cukup signifikan. Sebanyak 13 unit rumah mengalami kerusakan, 2 unit jalan rusak, serta 2 unit sepeda motor turut terdampak akibat bencana dan peristiwa yang terjadi.

Data ini menunjukkan bahwa Kabupaten Magetan masih memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta sinergi seluruh pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Magetan.