BPBD KAB MAGETAN

BPBD Magetan Gelar Sosialisasi JITUPASNA Tingkat Desa/Kelurahan Tahun 2026

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan menggelar Sosialisasi Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) tingkat desa/kelurahan pada 25–26 Mei 2026 di Pendopo Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan pascabencana, khususnya pendataan kerusakan, kerugian, dan kebutuhan masyarakat terdampak sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Peserta berasal dari unsur perangkat kecamatan, perangkat desa/kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan penanggulangan bencana, serta masyarakat.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari BPBD Kabupaten Magetan, Forkopimca Kartoharjo, dan Sancaya Institute Yogyakarta. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kartoharjo Setiya Widayaka, S.H., M.H., Danposramil Kartoharjo Peltu Nanang B.S., Kapolsek Kartoharjo AKP Eko Supriyanto, S.H., perwakilan Sancaya Institute Sunandar Prohanto, Kepala Desa Pencol, Kepala Desa Sukowidi, serta peserta sosialisasi.

Materi yang disampaikan meliputi regulasi penanggulangan bencana, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, lima sektor JITUPASNA, analisis dampak bencana, pendataan kerusakan dan kerugian, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.

Dalam sambutannya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan menegaskan bahwa dampak bencana tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan ekonomi. Karena itu, pengkajian kebutuhan pascabencana yang akurat diperlukan untuk mendukung kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi yang efektif serta mewujudkan konsep build back better.

Pada hari kedua, peserta mengikuti praktik simulasi JITUPASNA bersama fasilitator melalui skenario bencana banjir di Desa Sukowidi dan angin kencang di Desa Pencol. Simulasi difokuskan pada penilaian kerusakan dan kerugian sektor pertanian serta permukiman, termasuk identifikasi dampak dan penyusunan kebutuhan pemulihan pascabencana.

BPBD Magetan Perkuat Kesiapsiagaan, Destana Desa Jabung Resmi Dibentuk, Total Capai 33 Desa di 11 Kecamatan

Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) terus diperkuat di Kabupaten Magetan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Magetan kembali membentuk Destana di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Kegiatan ini berlangsung mulai 5 Mei 2026 hingga 11 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BPBD dalam memperkuat kapasitas desa agar mampu mengenali risiko, tanggap saat darurat, serta memiliki kemampuan pemulihan pascabencana. Melalui pembentukan Destana, masyarakat desa dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan, mulai dari kajian risiko bencana, rencana penanggulangan, hingga prosedur evakuasi dan pertolongan pertama.

Dengan terbentuknya Destana di Desa Jabung, saat ini Kabupaten Magetan telah memiliki total 33 Desa Tangguh Bencana yang tersebar di 11 kecamatan, yaitu Kecamatan Plaosan, Poncol, Sidorejo, Parang, Panekan, Bendo, Sukomoro, Kartoharjo, Lembeyan, Kawedanan, dan Ngariboyo.

BPBD Magetan menyampaikan bahwa keberadaan Destana diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana di tingkat desa. Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan relawan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Magetan yang tangguh terhadap bencana.

BPBD Magetan Salurkan Bantuan Korban Longsor, Sekaligus Edukasi Saka PENA

Magetan – Sabtu, 2 Mei 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan melaksanakan penyerahan bantuan kepada warga terdampak tanah longsor yang terjadi sehari sebelumnya, Jumat (1/5/2026). Bantuan disalurkan di dua lokasi terdampak, yakni Desa Poncol dan Kelurahan Alastuwo, Kecamatan Poncol.

Kegiatan penyaluran bantuan ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan warga terdampak, tetapi juga dirangkai dengan kegiatan rutin Satuan Karya Pramuka Penanggulangan Bencana (Saka PENA). Kegiatan yang dilaksanakan setiap minggu tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan anggota dalam menghadapi situasi darurat bencana.

Pada kesempatan ini, anggota Saka PENA mendapatkan materi sekaligus praktik lapangan, meliputi perakitan perahu karet, pengenalan logistik kebencanaan, serta teknik pendataan kejadian bencana. Menariknya, seluruh materi langsung diaplikasikan dalam kegiatan nyata di lapangan, yakni dengan melakukan pendataan serta membantu proses penyaluran bantuan kepada warga terdampak longsor.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Saka PENA tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan dan keterampilan praktis dalam penanganan bencana secara cepat dan tepat. Sinergi antara BPBD Magetan dan Saka PENA ini menjadi salah satu upaya konkret dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di wilayah Kabupaten Magetan.

Apel Kesiapsiagaan HKB 2026, BPBD Magetan Tingkatkan Kapasitas Mitigasi dan Water Rescue

Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, BPBD Kabupaten Magetan menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana pada Minggu, 26 April 2026 di Embung Pendem. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat terhadap potensi bencana di wilayah Kabupaten Magetan.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, yang sekaligus membuka secara resmi Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan merupakan faktor utama dalam menekan risiko serta dampak yang ditimbulkan.

Rangkaian kegiatan pada hari pertama tidak hanya berupa apel, tetapi juga dilanjutkan dengan pengecekan peralatan kebencanaan guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Setelah itu, peserta mengikuti sesi pembelajaran di kelas dengan materi water rescue yang disampaikan oleh tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan sebagai bekal dasar dalam penanganan kondisi darurat di perairan.

Memasuki hari kedua pada Senin, 27 April 2026, pelatihan difokuskan pada praktik lapangan water rescue. Kegiatan ini dipandu langsung oleh tim dari Basarnas Pos SAR Trenggalek, sehingga peserta dapat mengaplikasikan secara langsung teknik-teknik penyelamatan di air yang telah dipelajari sebelumnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, kepala OPD terkait, Forkopimca Ngariboyo, jajaran BPBD Magetan, unsur TNI/Polri, serta relawan kebencanaan dan peserta pelatihan. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana yang terpadu dan berkelanjutan.

Melalui apel kesiapsiagaan dan rangkaian pelatihan ini, diharapkan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang pencegahan dan mitigasi bencana semakin meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi lintas sektor serta menumbuhkan budaya sadar bencana di tengah masyarakat, sehingga Kabupaten Magetan semakin tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

BPBD Magetan Bersama Lintas Instansi Laksanakan Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang di Wilayah IV Kartoharjo

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan, PUPR Wilayah IV, Kecamatan Kartoharjo, TNI, dan Polri melaksanakan kegiatan pemangkasan pohon rawan tumbang di Wilayah IV Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 1 hingga 2 April 2026.


Kegiatan pemangkasan dilakukan sebagai langkah mitigasi dan upaya pencegahan bencana, khususnya saat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang. Sejumlah pohon yang berada di sepanjang jalur utama dinilai memiliki potensi membahayakan pengguna jalan karena kondisi ranting yang rimbun, pohon yang sudah tua, serta dahan yang menjulur ke badan jalan.

Pemangkasan dilaksanakan di sepanjang kurang lebih 10 kilometer, mulai dari Jalan Raya Sawahan hingga ruas jalan Bayemtaman–Karangmojo di wilayah Kecamatan Kartoharjo. Selama kegiatan berlangsung, petugas gabungan melakukan pemotongan ranting dan cabang pohon yang berpotensi patah maupun tumbang agar tidak mengganggu keselamatan masyarakat dan kelancaran arus lalu lintas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor sangat penting dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah Kabupaten Magetan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan potensi kejadian pohon tumbang yang dapat menimbulkan kerugian maupun membahayakan masyarakat dapat diminimalisir.

BPBD Kabupaten Magetan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, terutama saat memasuki musim penghujan yang disertai angin kencang. Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pemerintah desa, kecamatan, maupun BPBD apabila menemukan pohon atau kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan.

BPBD Magetan Tingkatkan Kapasitas Anggota SAKA PB Melalui Pelatihan Rope Rescue​

Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kabupaten Magetan) melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi anggota SAKA Penanggulangan Bencana​ melalui pelatihan rope rescue pada teknik vertical rescue, Minggu (15/3/2026). Kegiatan yang diikuti oleh 18 anggota SAKA PB tersebut dilaksanakan di Jembatan Gandong 3 Lama, Kabupaten Magetan.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai teknik ascending (naik) dan descending (turun) menggunakan tali dalam operasi penyelamatan vertikal. Para anggota juga diajarkan cara membuat harness sederhana menggunakan tali webbing, serta diperkenalkan berbagai peralatan yang biasa digunakan dalam kegiatan vertical rescue.

Tidak hanya teori, para peserta juga melakukan praktik langsung teknik rappelling di area Kali Gandong​ yang berada di sekitar jembatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan anggota SAKA PB dalam mendukung kegiatan penanggulangan bencana, khususnya pada operasi penyelamatan di medan ketinggian atau tebing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota SAKA Penanggulangan Bencana​ dapat memiliki kemampuan dasar rope rescue yang baik sehingga mampu menjadi relawan muda yang tangguh dan siap membantu masyarakat dalam situasi darurat kebencanaan.

BUKA BERSAMA DAN PENYERAHAN SANTUNAN BERSAMA KELUARGA BESAR BPBD MAGETAN

Mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan 1447 H, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan menggelar acara buka bersama dan pembagian takjil pada Jumat (13/03/2026). Acara yang dipusatkan di kantor BPBD ini melibatkan berbagai unsur potensi relawan dan anggota Saka Penanggulangan Bencana.


Kegiatan diawali menjelang berbuka puasa dengan pembagian takjil gratis kepada para pengguna jalan yang melintas di depan kantor BPBD Magetan. Aksi ini disambut antusias oleh warga sebagai bentuk kepedulian nyata para personel kebencanaan terhadap sesama.

Menjelang waktu berbuka, acara dilanjutkan dengan sesi tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Suratno Al Hafidz. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya rasa ikhlas dalam setiap tugas kebencanaan sebagai bentuk ibadah.

Puncak acara diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Insan Berseri. Penyerahan santunan ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan di bulan yang penuh berkah ini.

BPBD Magetan Jadi Narasumber Manajemen Empati dalam Penanggulangan dan Mitigasi Bencana

Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan menjadi narasumber dalam kegiatan Program Kerja (Proker) Pramuka Rencana Retno Dumilah Program Studi DIII Kebidanan Kampus Magetan, Poltekkes Kemenkes Surabaya, pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 60 anggota Pramuka Rencana dan bertempat di Kampus Kebidanan Magetan.

Dalam kesempatan tersebut, BPBD Magetan menyampaikan materi bertajuk Manajemen Empati dalam Penanggulangan Bencana dan Mitigasi Bencana. Materi ini menekankan pentingnya pendekatan empati dalam setiap tahapan penanganan bencana, mulai dari pra-bencana (mitigasi), saat tanggap darurat, hingga pascabencana. Empati dinilai menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, lansia, dan penyandang disabilitas.

Selain membahas aspek kemanusiaan, narasumber juga memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi bencana yang dapat dilakukan di lingkungan kampus dan masyarakat. Peserta dibekali pengetahuan tentang identifikasi potensi risiko bencana, pentingnya kesiapsiagaan, serta koordinasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan bencana.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang antusias dari para peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Pramuka Rencana Retno Dumilah dapat meningkatkan kapasitas, kepedulian, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus mampu menjadi agen edukasi kebencanaan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, sinergi antara BPBD Magetan dan institusi pendidikan diharapkan semakin kuat dalam membangun budaya sadar bencana dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap aksi penanggulangan bencana.

Perkuat Mitigasi, BPBD Magetan Gelar Rapat Koordinasi SAKA PB Bersama Generasi Muda

MAGETAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan terus berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Pada Sabtu (28/2/2026), BPBD menggelar Rapat Koordinasi Satuan Karya Pramuka Penanggulangan Bencana (SAKA PB) bertempat di Ruang Rapat Kantor BPBD Magetan.
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Magetan. Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk mensinkronkan program kerja serta memperkuat sinergi antara BPBD dengan para relawan muda yang tergabung dalam SAKA PB.

Dalam arahannya, Kalaksa BPBD Magetan menekankan pentingnya peran SAKA PB sebagai garda terdepan edukasi bencana di lingkungan sekolah. “Kolaborasi ini bukan sekadar koordinasi rutin, melainkan langkah nyata dalam membentuk generasi yang tangguh dan tanggap terhadap potensi bencana di wilayah Magetan,” ujarnya.
Agenda ini dihadiri oleh jajaran pengurus SAKA PB serta anggota aktif dari berbagai perwakilan sekolah di Kabupaten Magetan. Menariknya, antusiasme terlihat dari hadirnya sejumlah perwakilan sekolah baru yang menyatakan ketertarikannya untuk bergabung dan berkontribusi dalam wadah SAKA PB.

Melalui koordinasi ini, diharapkan anggota SAKA PB memiliki bekal keterampilan dan mentalitas yang kuat dalam mendukung upaya penanggulangan bencana, mulai dari tahap mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons darurat di lapangan.

BPBD KABUPATEN MAGETAN GELAR BIMTEK PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR TAHUN 2025 DI YOGYAKARTA

BPBD Kabupaten Magetan melalui program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur di lingkungan BPBD Kabupaten Magetan Tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, mulai 4 hingga 5 Desember 2025, bertempat di Yogyakarta.

Kegiatan Bimtek dibuka secara resmi oleh Plt. Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan, Cahaya Wijaya, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa keberagaman ancaman bencana di Kabupaten Magetan mulai dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga gempa bumi mengharuskan kesiapsiagaan aparatur pemerintah semakin diperkuat.

“Berbagai ancaman bencana di Magetan seperti banjir, longsor, cuaca ekstrem, dan gempa bumi mengharuskan kesiapan kapasitas sumber daya manusia yang kuat. Semoga melalui kegiatan ini kita dapat saling bertukar pengetahuan dan upaya pengurangan risiko bencana, termasuk belajar dari pengalaman BPBD Sleman,” ungkapnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Kalaksa BPBD Kabupaten Sleman, Raden Haris Martapa, S.E., M.T. Beliau menyampaikan berbagai tantangan kebencanaan yang dihadapi wilayah Sleman, di antaranya status Gunung Merapi yang berada pada tingkat Siaga (Level 3), potensi longsor dan likuefaksi di wilayah Prambanan, banjir saat hujan deras di wilayah kota, hingga angin kencang di wilayah barat Sleman.

Dalam paparannya, Haris juga menjelaskan strategi BPBD Sleman dalam penanggulangan bencana, termasuk pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana di seluruh wilayah, penugasan tim menjadi tiga kelompok operasional, keberadaan 40 personel TRC dan 8 personel Pusdalops, pemasangan EWS di titik-titik rawan, serta kesiapsiagaan barak pengungsian yang siaga 24 jam.

Pada hari kedua, kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh Bapak Nandar selaku narasumber. Beliau mengulas secara rinci tugas dan fungsi setiap aparatur BPBD Kabupaten Magetan pada masing-masing bidang. Materi difokuskan pada pemahaman peran, alur kerja, serta pentingnya SOP dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga seluruh aparatur mampu bekerja lebih terstruktur, sigap, dan sesuai prosedur.

Melalui kegiatan Bimtek ini, BPBD Kabupaten Magetan berharap kualitas dan kapasitas aparatur semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan kebencanaan yang cepat, tepat, dan profesional dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Magetan.

#bpbdmagetan #peningkatankapasitas