BPBD terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui kegiatan Pembinaan Mental dan Fisik bagi siswa SMK Negeri Poncol. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 19 April 2026, bertempat di Bumi Perkemahan Alastuwo, Kecamatan Poncol, dengan melibatkan para siswa dalam berbagai sesi edukatif dan praktik lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD hadir sebagai narasumber utama yang memberikan pembekalan komprehensif terkait kebencanaan. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dasar-dasar penanggulangan bencana, jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sejak dini. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga para siswa dapat lebih mudah memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, siswa juga mendapatkan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Dalam sesi ini, peserta tidak hanya dikenalkan pada teori, tetapi juga diberi kesempatan untuk praktik langsung cara menggunakan APAR dengan benar dan aman. Kegiatan ini menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian siswa karena memberikan pengalaman nyata dalam menghadapi potensi kebakaran.
Materi lain yang tak kalah penting adalah Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Dalam sesi ini, siswa dilatih untuk mampu memberikan pertolongan awal pada korban kecelakaan atau kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan. Kemampuan ini dinilai sangat penting sebagai bekal dasar dalam situasi darurat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sebagai puncak kegiatan, dilaksanakan gladi simulasi kesiapsiagaan bencana. Simulasi ini dirancang untuk menguji pemahaman dan keterampilan siswa dalam merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Para siswa terlihat antusias dan serius mengikuti setiap tahapan simulasi, mulai dari evakuasi hingga penanganan korban.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMK Negeri Poncol tidak hanya memiliki ketahanan mental dan fisik yang kuat, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana. BPBD berharap, para siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, sehingga tercipta budaya sadar bencana yang semakin kuat di masa mendatang.
