Seorang pelajar berinisial DAM (19), siswa kelas XII asal Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, yang dilaporkan hilang sejak Selasa malam (21/04), akhirnya ditemukan pada Kamis (23/04) sore dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Bengawan Madiun.
Kejadian bermula pada Rabu (22/04) pukul 08.00 WIB saat BPBD Kabupaten Magetan menerima laporan dari pihak keluarga bahwa korban telah meninggalkan rumah sejak Selasa (21/04) sekitar pukul 21.00 WIB dan belum kembali. Di lokasi berbeda, ditemukan barang bukti berupa sepeda motor, STNK, dan sandal di atas Jembatan Ngujur, Desa Gorang Gareng, Kecamatan Nguntoronadi, yang kemudian dipastikan oleh pihak keluarga sebagai milik korban.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel BPBD Magetan bergerak menuju lokasi pada pukul 09.00 WIB dan mulai melakukan penyisiran bersama perangkat desa dan masyarakat di sekitar sungai dan jembatan. Namun hingga pukul 09.30 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Selanjutnya BPBD melakukan pemantauan, pendataan, serta koordinasi dengan Polsek Nguntoronadi. Kondisi cuaca yang diguyur hujan dengan intensitas sedang menyebabkan debit air sungai meningkat hingga sekitar 50 cm pada malam harinya.
Memasuki hari kedua pencarian, Kamis (23/04), operasi dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan BPBD Magetan, TNI/Polri, pemerintah kecamatan, serta relawan dan masyarakat setempat. Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, secara resmi dibuka Posko Operasi SAR (Opsar). Pada pukul 09.30 WIB, tim BASARNAS tiba di lokasi dan dilanjutkan dengan apel pembukaan Operasi SAR yang dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan.
Pencarian dimulai pukul 10.15 WIB dengan melibatkan total 86 personel yang terbagi dalam enam tim. Empat tim melakukan penyisiran menggunakan perahu karet (LCR), sementara dua tim lainnya menyisir jalur darat di sepanjang bantaran sungai. Tim BASARNAS juga melakukan teknik manuver ombak di bawah jembatan untuk membantu mengangkat benda dari dasar sungai ke permukaan.
Setelah sempat mengalami kendala dengan hasil nihil hingga siang hari, tim melakukan evaluasi dan memfokuskan kembali pencarian di sekitar Jembatan Taji. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika pada pukul 15.10 WIB korban ditemukan mengapung sekitar 450 meter dari lokasi awal kejadian.
Korban kemudian dievakuasi pada pukul 15.30 WIB. Selanjutnya, pada pukul 16.14 WIB dilaksanakan apel penutupan Operasi SAR kecelakaan air. Dengan ditemukannya korban, operasi resmi dinyatakan selesai dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
