Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan kembali membentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kegiatan ini difasilitasi materi oleh Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Magetan.
Pembentukan Destana ini dilakukan untuk memperkuat pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana, mengingat Desa Mategal merupakan salah satu wilayah yang berada di wilayah lereng gunung bungkuk yang sering terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Dalam pembentukan destana ini, BPBD Kabupaten Magetan melalui Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan memberikan papan rambu titik kumpul dan jalur evakuasi kepada Desa Mategal sebagai peralatan pendukung dalam pembentukan Destana.
Eka Radityo S.STP., M.H. selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan dalam sambutannya berharap pembentukan Destana ini dapat menjadi salah satu upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
“Kita tidak dapat menghentikan bencana tetapi kita bisa mengurangi resiko bencana yaitu salah satunya dengan dibentuknya Destana. Saya harap dengan dibentuknya Destana, para peserta dapat memiliki kemampuan untuk melakukan pencegahan dan penanganan kejadian bencana sehingga penanganan awal akan lebih cepat dilakukan dan juga diharapkan para peserta bisa ikut serta mengedukasi masyarakat perihal mitigasi bencana.” ujar beliau.
Pembentukan Destana ini dilaksanakan di Aula Desa Mategal, yang dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 8 sampai 11 September 2026 yang dihadiri oleh 35 peserta pelatihan sebagai perwakilan setiap RW, tokoh masyarakat, organisasi desa di Desa Mategal.
![]() |
![]() |
![]() |
Materi yang disampaikan antara lain PKD (Penilaian Ketangguhan Desa), KATANA (Keluarga Tangguh Bencana), Kajian Resiko Bencana (KRB), Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), Renaksi (Rencana Aksi), Pembentukan Forum Destana, Pembentukan Relawan Desa, Menetapkan Sistim Peringatan Dini (SPD), Menetapkan Rencana Evakuasi dan Rencana Kontijensi.
Pada pelatihan ini juga dilakukan gladi lapang simulasi bencana kebakaran hutan dan lahan. Hal ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan, melatih tindakan evakuasi, mengkoordinasikan respons darurat, memperkuat kerjasama dan meningkatkan kapasitas Destana.



