BPBD KAB MAGETAN

Author: admin

SARANA DAN PRASARANA PELAYANAN PUBLIK

Guna menciptakan kenyamanan, menciptakan kepuasan dan mempercepat proses kerja dalam pelayanan publik, BPBD Kabupaten Magetan menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang bagi publik.

FRONT OFFICE
KAMAR MANDI
TEMPAT PARKIR SEPEDA MOTOR
TEMPAT PARKIR MOBIL
BANNER MAKLUMAT PELAYANAN
RUANG TUNGGU
SOP PELAYANAN
RUANG PELAYANAN

Peringati HUT RI 77, BPBD Magetan Gelar Perlombaan Antar Anggota

Magetan – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) RI ke-77, BPBD Magetan menggelar perlombaan permainan rakyat yang diselenggarakan di halaman kantor BPBD Magetan, pada (11/08).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan Ari Budi Santosa mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk mengenang perjuangan Pahlawan yang tidak mudah dalam merebut kemerdekaan Indonesia selain itu juga untuk meningkatkan kekompakan antar anggota BPBD Magetan.

“Selain mengenang perjuangan Pahlawan ketika merebut kemerdekaan Indonesia perlombaan ini juga sebagai ajang dalam membentuk kekompakan antara anggota BPBD”

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan Ari Budi Santosa kepada Anggota yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

PELAYANAN PUBLIK

Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Dalam rangka mendukung pelayanan publik yang memadai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magetan menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung jalannya proses administrasi kepada masyarakat.

BPBD Magetan Tingkatkan Kapasitas Tim Fasilitator Destana Internal

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Fasilitator Desa Tangguh Bencana (Destana) yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Manajemen Bencana UPN “Veteran” Yogyakarta di ruang rapat kantor BPBD Kabupaten Magetan pada 9 – 16 Agustus 2022. Tim ini menjadi aset berharga untuk pengembangan lembaga dalam bidang kesiapsiagaan bencana.

Dalam sambutannya Sekretaris BPBD Magetan Ardian Hari Nugroho mengatakan, pentingnya fasilitator meningkatkan kapasitas, sehingga dapat menjadi fasilitator yang handal dalam mengantarkan desa tangguh bencana dan mandiri dalam penanggulangan bencana.

“Pendidikan dan pelatihan yang di lakukan hari ini harapannya tidak hanya berhenti dilakukan pada kesempatan ini, seorang fasilitator harus senantiasa mengupgrade atau meningkatkan kapasitas diri, sehingga dapat membentuk destana yang tangguh dalam penanggulangan bencana”

Pada kesempatan yang sama, Suparman selaku Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan mengatakan, moment peningkatan kapasitas ini merupakan moment berharga terlebih diberikan langsung oleh fasilitator dari Pusat Studi Manajemen Bencana UPN “Veteran” Yogyakarta, diharapkan peserta fokus dalam mendengarkan pemaparan materi dari fasilitator.

“saya berharap peserta serius dan fokus dalam proses belajar dikelas, karena moment ini adalah moment berharga karena langsung di fasilitasi oleh Pusat Studi Manajemen Bencana UPN “Veteran” Yogyakarta dan kuota peserta terbatas”

 

Sebanyak 26 peserta terdiri dari 16 Personel BPBD, 6 FPRB Magetan, 1 Destana Genta Genilangit dan 3 Kappala Indonesia, mendapat materi antara lain komunikasi publik dan komponen destana lainnya seperti legislasi, perencanaan, kelembagaan, pendanaan, pengembangan kapasitas, hingga penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana Puskesmas Sukomoro

BPBD Kabupaten Magetan – Kecamatan Sukomoro masuk dalam daerah rawan bencana yang ada di Kabupaten Magetan, hal tersebut melandasi Puskesmas Sukomoro menggelar Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana pada hari ini Selasa 26 Juli 2022.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan menjadi narasumber dalam sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana yang di ikuti oleh 50 orang peserta dari Karyawan Karyawati Puskesmas Sukomoro, Forkopinca, Perwakilan Desa dan Perwakilan Dunia Usaha Kecamatan Sukomoro.

Dalam paparannya Kepala Puskesmas Sukomoro Ibu Siswiantining, mengatakan kesiapan dalam penanggulangan bencana sangat penting bagi setiap karyawan karyawati Puskesmas Sukomoro agar ketika bencana terjadi dapat mengetahui apa yang harus dilakukan.

“Pemahaman terkait penanggulangan bencana gempa bumi dan bencana yang berpotensi di Kecamatan Sukomoro seperti angin kencang sangat penting, agar kami tau apa yang kita lakukan ketika bencana terjadi” kata Siswiantining saat pembukaan sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana yang berada di Ruang Pertemuan Puskesmas Sukomoro.

SAKIP

SAKIP adalah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan, dimana sistem ini merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan. Dalam hal ini, setiap organisasi diwajibkan mencatat dan melaporkan setiap penggunaan keuangan negara serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku

SAKIP merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja instansi  Pemerintah dimana didalamnya disebutkan mewajibkan setiap Instansi Pemerintah sebagai unsur penyelenggara Pemerintah untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok, dipandang perlu adanya pelaporan akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah