Skip to main content

BPBD KAB MAGETAN

Pemkab Magetan Gelar Seminar Awal Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana

MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar Seminar Awal Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) di Ruang Pertemuan Harmadha Joglo Magetan, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam upaya memperkuat perencanaan penanggulangan bencana melalui pemetaan secara komprehensif terhadap potensi bahaya, kerentanan, serta kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Seminar awal tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari lintas sektor dan akademisi. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan, Eka Radityo, S.STP., M.H., menyampaikan pentingnya penyusunan dokumen KRB sebagai landasan ilmiah dalam memperkuat kebijakan dan regulasi penanggulangan bencana di daerah.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Eko Teguh Paripurno, M.T., Ketua Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta, memaparkan metodologi pemetaan partisipatif untuk mengukur indeks bahaya, kerentanan, dan kapasitas masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kajian yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga mempertimbangkan kondisi serta potensi masyarakat di tingkat lokal.

Dari unsur keamanan, Kabag Ops Polres Magetan, Bondan, menyampaikan kesiapan dan skema operasional dalam mendukung penanganan bencana, termasuk mobilisasi personel, pengamanan, serta pengelolaan jalur evakuasi pada saat tanggap darurat. Sedangkan perwakilan Kodim 0804 Magetan, Subianto, menyoroti pentingnya komunikasi teritorial melalui Babinsa serta dukungan TNI melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam penanggulangan bencana.

Dalam penyusunan dokumen KRB, salah satu fokus utama adalah penyelarasan berbagai indeks risiko. Data mengenai potensi bahaya, seperti tanah longsor di kawasan lereng Gunung Lawu, angin kencang atau puting beliung, serta kekeringan akan diintegrasikan dengan data kerentanan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, peta risiko yang dihasilkan diharapkan mampu menggambarkan kondisi kebencanaan Kabupaten Magetan secara lebih akurat.

Selain itu, hasil penyusunan KRB nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam perencanaan pembangunan daerah dan terintegrasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Magetan. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait dalam penyediaan data yang aktual, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui seminar awal ini, Pemerintah Kabupaten Magetan menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola penanggulangan bencana yang berbasis data dan kolaborasi. Dokumen KRB diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat menjadi pedoman operasional dalam menentukan kebijakan mitigasi, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga perencanaan pembangunan yang lebih aman dan berkelanjutan, sehingga mampu mewujudkan Kabupaten Magetan yang semakin tangguh menghadapi bencana.

BPBD Kabupaten Magetan Gelar Sosialisasi Rekonstruksi Jembatan Desa Jajar dan Desa Ngelang

Magetan, Jumat (31/7/2026) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) melaksanakan kegiatan sosialisasi rekonstruksi jembatan yang menghubungkan Desa Jajar dan Desa Ngelang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan proses pembangunan infrastruktur pascabencana berjalan dengan baik, transparan, serta mendapat dukungan dari seluruh pihak yang berkepentingan.

Sosialisasi dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa Jajar, Pemerintah Desa Ngelang, masyarakat yang terdampak pembangunan, serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta memperoleh penjelasan mengenai rencana pelaksanaan rekonstruksi jembatan, tahapan pembangunan, serta pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung kelancaran proyek.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan kesepakatan penggunaan lahan dan pencegahan konflik sosial sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembangunan jembatan. Dokumen kesepakatan ditandatangani oleh Kepala Desa Jajar dan Kepala Desa Ngelang, serta masyarakat yang terdampak langsung oleh pembangunan.

Kesepakatan ini menjadi landasan penting untuk menciptakan kepastian, keterbukaan, dan keharmonisan selama proses rekonstruksi berlangsung. Dengan adanya komitmen bersama, diharapkan seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan permasalahan sosial di kemudian hari.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, BPBD Kabupaten Magetan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, partisipasi masyarakat, serta koordinasi lintas sektor. Diharapkan rekonstruksi jembatan Desa Jajar dan Desa Ngelang nantinya dapat meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar aktivitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga di kedua desa.

BPBD Kabupaten Magetan Gelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026

Magetan, Selasa (21/07/2026) – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi menimbulkan bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BPBD Kabupaten Magetan mengikuti Rapat Koordinasi Menghadapi Potensi Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 yang diselenggarakan di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Bupati Magetan, Hj. Nanik Sumantri, M.Pd., serta menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi yang memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana, yaitu Komandan Kodim 0804 Magetan yang dalam hal ini dihadiri oleh Kepala Staf Kodim 0804 Magetan, *Mayor Inf. Tomi Fedi Anugrahan, Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M, Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan Drs. Welly Kristanto, M.Si., Wakil Administratur KPH Lawu DS Hermawan, S.E, serta Kepala Dinas Teritorial Lanud Iswahjudi, dalam hal ini di wakili oleh Kapten Lek Iskandar.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Madiun Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Magetan, Forkopimca Se-Kabupaten Magetan serta Ketua Potensi Relawan Kabupaten Magetan.

Dalam arahannya, Bupati Magetan menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, Perhutani, instansi vertikal, relawan, serta masyarakat dalam mengantisipasi dampak musim kemarau. Kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta langkah-langkah mitigasi diharapkan mampu meminimalkan risiko terjadinya kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Magetan.

Melalui forum ini, masing-masing narasumber menyampaikan kondisi terkini, potensi ancaman yang perlu diwaspadai, serta strategi penanganan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing instansi. Pembahasan juga difokuskan pada penguatan koordinasi lintas sektor, percepatan penyebaran informasi kepada masyarakat, optimalisasi sumber daya.

BPBD Kabupaten Magetan sebagai unsur pelaksana penanggulangan bencana berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan penanganan dampak bencana. Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun langkah yang terpadu dan responsif sehingga potensi risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Magetan dapat diminimalkan.

BPBD Kabupaten Magetan mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan dengan menggunakan air secara bijak selama musim kemarau, tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran hutan dan lahan. Sinergi seluruh elemen menjadi kunci dalam mewujudkan Kabupaten Magetan yang tangguh menghadapi bencana.

BPBD Kabupaten Magetan Gelar Rapat Penyusunan Pedoman Penanganan Karhutla Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Magetan, Kamis (30/7/2026) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau serta meningkatkan sinergi antarinstansi dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Magetan.

Rapat dipimpin oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan dan dihadiri oleh Komandan Kodim 0804 Magetan, Kepala Dinas Teritorial Lanud Iswahjudi, Kapolres Magetan, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Magetan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Perhutani Lawu DS dan Relawan Kebencanaan Kabupaten Magetan.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai forum koordinasi untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen bersama, sekaligus membahas implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Magetan Tahun 2026 yang disusun sebagai pedoman terpadu bagi seluruh pemangku kepentingan. SOP tersebut menitikberatkan pada penguatan upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, penanganan darurat, hingga pemulihan pascakebakaran secara terencana, terpadu, sistematis, dan berkelanjutan.

Dalam rapat dibahas kondisi kerawanan Karhutla di Kabupaten Magetan yang meningkat selama musim kemarau, khususnya di kawasan hutan lereng Gunung Lawu, Gunung Bancak, Gunung Blego, Gunung Bungkuk, serta kawasan hutan lainnya yang memiliki riwayat kejadian kebakaran berulang. Faktor cuaca, vegetasi yang mengering, serta aktivitas manusia menjadi perhatian utama dalam penyusunan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian.

Peserta rapat juga menyepakati bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama melalui pelaksanaan edukasi kepada masyarakat, sosialisasi larangan membakar hutan dan lahan, patroli terpadu selama musim kemarau, serta pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di kawasan hutan dan wisata alam. Langkah tersebut didukung dengan peningkatan kesiapan personel, pemeriksaan sarana dan prasarana, simulasi penanganan Karhutla, serta pengaktifan Posko Siaga ketika tingkat bahaya kebakaran meningkat.

Selain itu, rapat menekankan pentingnya penerapan Sistem Komando Penanganan Darurat (Incident Command System/ICS) agar seluruh unsur yang terlibat bekerja dalam satu komando yang terintegrasi. Sistem ini diharapkan mampu mempercepat proses pelaporan, verifikasi, mobilisasi personel, koordinasi lapangan, hingga penyampaian informasi kepada masyarakat apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Melalui rapat koordinasi ini, seluruh instansi menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah, TNI, Polri, Perhutani, dunia usaha, akademisi, media, relawan, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menekan jumlah kejadian Karhutla, mempercepat respons penanganan, melindungi kawasan hutan, objek wisata, serta menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Magetan.

Surat Keputusan (SK)

Surat Keputusan BPBD Kabupaten Magetan

Halaman ini memuat kumpulan Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas, fungsi, serta tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.

Surat Keputusan merupakan dokumen resmi yang menjadi dasar hukum dalam penetapan kebijakan, pembentukan tim, penugasan personel, penyelenggaraan kegiatan, maupun keputusan strategis lainnya di lingkungan BPBD Kabupaten Magetan. Setiap keputusan diterbitkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Melalui halaman ini, masyarakat, pemangku kepentingan, dan pihak terkait dapat mengakses daftar Surat Keputusan yang bersifat terbuka sebagai wujud keterbukaan informasi publik. Dokumen yang tersedia disajikan secara sistematis berdasarkan nomor, tahun, dan pokok materi keputusan sehingga memudahkan proses pencarian dan penelusuran arsip.

BPBD Kabupaten Magetan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik melalui penyediaan dokumen yang akurat, mudah diakses, dan diperbarui secara berkala sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

SK Standar Pelayanan Publik BPBD Magetan Tahun 2026

BPBD Magetan Bekali 1.000 Siswa dengan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana dalam Kegiatan MPLS

Magetan, Selasa (14/7/2026) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah di Kabupaten Magetan. Kegiatan edukasi kebencanaan ini dilaksanakan secara serentak di SDN Bangsri 2, SMPN 3 Plaosan, SMPN 2 Ngariboyo, SMPN 1 Kartoharjo, SMKN Kartoharjo, dan SMKN 2 Magetan, dengan jumlah peserta mencapai sekitar 1.000 siswa.

Melalui kegiatan ini, BPBD Magetan memberikan pembekalan mengenai Siaga Bencana, Membangun Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah, serta pengenalan langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi maupun kebakaran. Selain itu, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai evakuasi ular berbisa, sehingga mereka memahami tindakan yang tepat apabila menjumpai satwa liar yang berpotensi membahayakan di lingkungan sekitar.

Tidak hanya penyampaian materi di dalam kelas, BPBD Magetan juga mengajak seluruh peserta mengikuti simulasi gempa bumi dan kebakaran secara langsung. Dalam simulasi tersebut, siswa dilatih untuk mengenali tanda bahaya, melakukan perlindungan diri dengan benar, mengikuti jalur evakuasi, serta berkumpul di titik aman sesuai prosedur yang telah ditentukan.

Melalui praktik simulasi, para siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam menghadapi situasi darurat. Pembelajaran berbasis praktik ini menjadi salah satu upaya untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak dini sehingga setiap warga sekolah mampu bertindak cepat, tepat, dan tidak panik ketika terjadi bencana.

BPBD Kabupaten Magetan terus berkomitmen meningkatkan budaya kesiapsiagaan bencana melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah. Dengan terbentuknya generasi yang tangguh dan siap menghadapi risiko bencana, diharapkan tercipta sekolah yang lebih aman, nyaman, dan mampu meminimalkan dampak bencana apabila sewaktu-waktu terjadi.

Silaturahmi dan Penguatan Sinergitas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Magetan dengan Kodim 0804 Magetan

Pada Senin, 22 Juni 2025, BPBD Kabupaten Magetan melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kodim 0804 Magetan sebagai upaya mempererat koordinasi dan memperkuat sinergitas dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Magetan.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kalaksa BPBD Magetan, Eka Radityo, bersama Kasi Kedaruratan dan Logistik Eka Wahyudi, Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rahayu Ningsih, serta staf bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Rombongan diterima langsung oleh Komandan Kodim 0804 Magetan, Letkol Inf Omi Girindra Sasmito.

Dalam pertemuan ini, kedua pihak membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari upaya pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Sinergi antara BPBD dan TNI menjadi salah satu faktor penting untuk mewujudkan penanganan bencana yang cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, BPBD Kabupaten Magetan juga menyerahkan Majalah SIGAP BPBD Magetan (Siap dan Tanggap Menghadapi Bencana) sebagai media informasi dan edukasi kebencanaan. Diharapkan majalah ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman serta memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan instansi dan masyarakat.

BPBD Kabupaten Magetan Ikuti Kegiatan Pilah Sampah untuk Wujudkan Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan

Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta membangun budaya hidup bersih, karyawan dan karyawati BPBD Kabupaten Magetan mengikuti kegiatan pilah sampah sebagai bentuk aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu memilah sampah sejak dari sumbernya.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta diajak untuk memahami pentingnya membedakan jenis sampah agar proses pengelolaan dan pemanfaatannya dapat berjalan lebih optimal. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di rumah.

Kegiatan pilah sampah ini menjadi pengingat bahwa langkah kecil yang dilakukan hari ini merupakan investasi besar bagi masa depan bumi. Sampah yang dihasilkan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan.

BPBD Kabupaten Magetan berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan. Melalui aksi sederhana namun konsisten, diharapkan dapat terwujud perubahan positif demi menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.

Mari terus bergerak dan menjadi bagian dari perubahan untuk Magetan yang lebih bersih dan lestari.

BPBD Kabupaten Magetan Turut Serta dalam Aksi Indonesia ASRI Bersihkan Kawasan Bekas Kolam Renang Duta

Karyawan dan karyawati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan turut ambil bagian dalam kegiatan Indonesia ASRI (Aksi Sehat, Rapi, Indah) yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Magetan di kawasan bekas Kolam Renang Duta, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Magetan, Eka Radityo, bersama jajaran karyawan dan karyawati BPBD sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta dukungan terhadap gerakan gotong royong dalam menciptakan kawasan yang bersih, tertata, dan nyaman.

Dalam aksi bersih lingkungan tersebut, personel BPBD Kabupaten Magetan bersama berbagai unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, OPD, dan masyarakat melakukan penataan kawasan bekas Kolam Renang Duta yang telah lama tidak beroperasi. Berbagai kegiatan dilakukan mulai dari pembersihan area, pemotongan rumput dan tanaman liar, pemangkasan ranting pohon, pembersihan saluran air, hingga pengangkutan sampah dan material yang mengganggu lingkungan sekitar.

Kawasan bekas Kolam Renang Duta yang diketahui terakhir beroperasi sekitar tahun 2013 ini sebelumnya dipenuhi semak belukar dan membutuhkan penanganan bersama agar kembali tertata. Melalui kegiatan Indonesia ASRI, kolaborasi antarinstansi dan masyarakat diharapkan mampu mengembalikan fungsi kawasan menjadi lebih bersih serta mengurangi potensi gangguan lingkungan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Magetan Nanik Sumantri dan Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan Welly Kristianto, bersama jajaran pemerintah daerah. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.

BPBD Kabupaten Magetan melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan ini terus mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Magetan dalam mewujudkan lingkungan yang aman, bersih, dan berkelanjutan.

BPBD Kabupaten Magetan Catat 16 Kejadian Bencana dan Peristiwa Selama Mei 2026

Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mencatat sebanyak 16 kejadian bencana dan peristiwa selama periode 1–31 Mei 2026. Data ini merupakan hasil rekapitulasi laporan kejadian yang terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Magetan.

Dari total kejadian tersebut, bencana tanah longsor menjadi kejadian yang paling dominan dengan 10 kejadian, disusul cuaca ekstrem sebanyak 2 kejadian dan evakuasi serta pertolongan hewan sebanyak 4 kejadian. Sementara itu, tidak tercatat kejadian banjir luapan, kebakaran hutan dan lahan, maupun evakuasi pencarian dan pertolongan manusia selama periode tersebut.

Adapun dampak yang ditimbulkan meliputi 1 kejadian pohon tumbang, kerusakan pada 3 unit rumah, 2 ruas jalan, dan 1 unit jembatan. Tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban luka-luka akibat kejadian bencana dan peristiwa yang terjadi sepanjang bulan Mei 2026.

Sebaran kejadian tercatat di beberapa kecamatan, dengan jumlah kejadian terbanyak berada di Kecamatan Poncol sebanyak 8 kejadian, diikuti Kecamatan Magetan dan Bendo masing-masing 2 kejadian, serta Kecamatan Plaosan, Sidorejo, dan Karas masing-masing 1 kejadian.

BPBD Kabupaten Magetan mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan longsor dan cuaca ekstrem. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan setiap kejadian kebencanaan kepada BPBD atau pemerintah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.