BPBD KAB MAGETAN

BPBD Magetan Bersama Lintas Instansi Laksanakan Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang di Wilayah IV Kartoharjo

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan, PUPR Wilayah IV, Kecamatan Kartoharjo, TNI, dan Polri melaksanakan kegiatan pemangkasan pohon rawan tumbang di Wilayah IV Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 1 hingga 2 April 2026.


Kegiatan pemangkasan dilakukan sebagai langkah mitigasi dan upaya pencegahan bencana, khususnya saat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang. Sejumlah pohon yang berada di sepanjang jalur utama dinilai memiliki potensi membahayakan pengguna jalan karena kondisi ranting yang rimbun, pohon yang sudah tua, serta dahan yang menjulur ke badan jalan.

Pemangkasan dilaksanakan di sepanjang kurang lebih 10 kilometer, mulai dari Jalan Raya Sawahan hingga ruas jalan Bayemtaman–Karangmojo di wilayah Kecamatan Kartoharjo. Selama kegiatan berlangsung, petugas gabungan melakukan pemotongan ranting dan cabang pohon yang berpotensi patah maupun tumbang agar tidak mengganggu keselamatan masyarakat dan kelancaran arus lalu lintas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor sangat penting dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah Kabupaten Magetan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan potensi kejadian pohon tumbang yang dapat menimbulkan kerugian maupun membahayakan masyarakat dapat diminimalisir.

BPBD Kabupaten Magetan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, terutama saat memasuki musim penghujan yang disertai angin kencang. Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pemerintah desa, kecamatan, maupun BPBD apabila menemukan pohon atau kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan.

BPBD Magetan Tingkatkan Kapasitas Anggota SAKA PB Melalui Pelatihan Rope Rescue​

Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kabupaten Magetan) melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi anggota SAKA Penanggulangan Bencana​ melalui pelatihan rope rescue pada teknik vertical rescue, Minggu (15/3/2026). Kegiatan yang diikuti oleh 18 anggota SAKA PB tersebut dilaksanakan di Jembatan Gandong 3 Lama, Kabupaten Magetan.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai teknik ascending (naik) dan descending (turun) menggunakan tali dalam operasi penyelamatan vertikal. Para anggota juga diajarkan cara membuat harness sederhana menggunakan tali webbing, serta diperkenalkan berbagai peralatan yang biasa digunakan dalam kegiatan vertical rescue.

Tidak hanya teori, para peserta juga melakukan praktik langsung teknik rappelling di area Kali Gandong​ yang berada di sekitar jembatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan anggota SAKA PB dalam mendukung kegiatan penanggulangan bencana, khususnya pada operasi penyelamatan di medan ketinggian atau tebing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota SAKA Penanggulangan Bencana​ dapat memiliki kemampuan dasar rope rescue yang baik sehingga mampu menjadi relawan muda yang tangguh dan siap membantu masyarakat dalam situasi darurat kebencanaan.

BUKA BERSAMA DAN PENYERAHAN SANTUNAN BERSAMA KELUARGA BESAR BPBD MAGETAN

Mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan 1447 H, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan menggelar acara buka bersama dan pembagian takjil pada Jumat (13/03/2026). Acara yang dipusatkan di kantor BPBD ini melibatkan berbagai unsur potensi relawan dan anggota Saka Penanggulangan Bencana.


Kegiatan diawali menjelang berbuka puasa dengan pembagian takjil gratis kepada para pengguna jalan yang melintas di depan kantor BPBD Magetan. Aksi ini disambut antusias oleh warga sebagai bentuk kepedulian nyata para personel kebencanaan terhadap sesama.

Menjelang waktu berbuka, acara dilanjutkan dengan sesi tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Suratno Al Hafidz. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya rasa ikhlas dalam setiap tugas kebencanaan sebagai bentuk ibadah.

Puncak acara diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Insan Berseri. Penyerahan santunan ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan di bulan yang penuh berkah ini.

BPBD Magetan Jadi Narasumber Manajemen Empati dalam Penanggulangan dan Mitigasi Bencana

Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan menjadi narasumber dalam kegiatan Program Kerja (Proker) Pramuka Rencana Retno Dumilah Program Studi DIII Kebidanan Kampus Magetan, Poltekkes Kemenkes Surabaya, pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 60 anggota Pramuka Rencana dan bertempat di Kampus Kebidanan Magetan.

Dalam kesempatan tersebut, BPBD Magetan menyampaikan materi bertajuk Manajemen Empati dalam Penanggulangan Bencana dan Mitigasi Bencana. Materi ini menekankan pentingnya pendekatan empati dalam setiap tahapan penanganan bencana, mulai dari pra-bencana (mitigasi), saat tanggap darurat, hingga pascabencana. Empati dinilai menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, lansia, dan penyandang disabilitas.

Selain membahas aspek kemanusiaan, narasumber juga memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi bencana yang dapat dilakukan di lingkungan kampus dan masyarakat. Peserta dibekali pengetahuan tentang identifikasi potensi risiko bencana, pentingnya kesiapsiagaan, serta koordinasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan bencana.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang antusias dari para peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Pramuka Rencana Retno Dumilah dapat meningkatkan kapasitas, kepedulian, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus mampu menjadi agen edukasi kebencanaan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, sinergi antara BPBD Magetan dan institusi pendidikan diharapkan semakin kuat dalam membangun budaya sadar bencana dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap aksi penanggulangan bencana.

Perkuat Mitigasi, BPBD Magetan Gelar Rapat Koordinasi SAKA PB Bersama Generasi Muda

MAGETAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan terus berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Pada Sabtu (28/2/2026), BPBD menggelar Rapat Koordinasi Satuan Karya Pramuka Penanggulangan Bencana (SAKA PB) bertempat di Ruang Rapat Kantor BPBD Magetan.
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Magetan. Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk mensinkronkan program kerja serta memperkuat sinergi antara BPBD dengan para relawan muda yang tergabung dalam SAKA PB.

Dalam arahannya, Kalaksa BPBD Magetan menekankan pentingnya peran SAKA PB sebagai garda terdepan edukasi bencana di lingkungan sekolah. “Kolaborasi ini bukan sekadar koordinasi rutin, melainkan langkah nyata dalam membentuk generasi yang tangguh dan tanggap terhadap potensi bencana di wilayah Magetan,” ujarnya.
Agenda ini dihadiri oleh jajaran pengurus SAKA PB serta anggota aktif dari berbagai perwakilan sekolah di Kabupaten Magetan. Menariknya, antusiasme terlihat dari hadirnya sejumlah perwakilan sekolah baru yang menyatakan ketertarikannya untuk bergabung dan berkontribusi dalam wadah SAKA PB.

Melalui koordinasi ini, diharapkan anggota SAKA PB memiliki bekal keterampilan dan mentalitas yang kuat dalam mendukung upaya penanggulangan bencana, mulai dari tahap mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons darurat di lapangan.

BPBD KABUPATEN MAGETAN GELAR BIMTEK PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR TAHUN 2025 DI YOGYAKARTA

BPBD Kabupaten Magetan melalui program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur di lingkungan BPBD Kabupaten Magetan Tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, mulai 4 hingga 5 Desember 2025, bertempat di Yogyakarta.

Kegiatan Bimtek dibuka secara resmi oleh Plt. Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan, Cahaya Wijaya, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa keberagaman ancaman bencana di Kabupaten Magetan mulai dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga gempa bumi mengharuskan kesiapsiagaan aparatur pemerintah semakin diperkuat.

“Berbagai ancaman bencana di Magetan seperti banjir, longsor, cuaca ekstrem, dan gempa bumi mengharuskan kesiapan kapasitas sumber daya manusia yang kuat. Semoga melalui kegiatan ini kita dapat saling bertukar pengetahuan dan upaya pengurangan risiko bencana, termasuk belajar dari pengalaman BPBD Sleman,” ungkapnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Kalaksa BPBD Kabupaten Sleman, Raden Haris Martapa, S.E., M.T. Beliau menyampaikan berbagai tantangan kebencanaan yang dihadapi wilayah Sleman, di antaranya status Gunung Merapi yang berada pada tingkat Siaga (Level 3), potensi longsor dan likuefaksi di wilayah Prambanan, banjir saat hujan deras di wilayah kota, hingga angin kencang di wilayah barat Sleman.

Dalam paparannya, Haris juga menjelaskan strategi BPBD Sleman dalam penanggulangan bencana, termasuk pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana di seluruh wilayah, penugasan tim menjadi tiga kelompok operasional, keberadaan 40 personel TRC dan 8 personel Pusdalops, pemasangan EWS di titik-titik rawan, serta kesiapsiagaan barak pengungsian yang siaga 24 jam.

Pada hari kedua, kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh Bapak Nandar selaku narasumber. Beliau mengulas secara rinci tugas dan fungsi setiap aparatur BPBD Kabupaten Magetan pada masing-masing bidang. Materi difokuskan pada pemahaman peran, alur kerja, serta pentingnya SOP dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga seluruh aparatur mampu bekerja lebih terstruktur, sigap, dan sesuai prosedur.

Melalui kegiatan Bimtek ini, BPBD Kabupaten Magetan berharap kualitas dan kapasitas aparatur semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan kebencanaan yang cepat, tepat, dan profesional dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Magetan.

#bpbdmagetan #peningkatankapasitas

BPBD Magetan Gelar Bimtek Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Multisektor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Multisektor yang dilaksanakan selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa, 10–11 November 2025, bertempat di Grand H.A.P Kintamani Sarangan, Magetan.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota TRC-PB Multisektor yang terdiri dari unsur organisasi perangkat daerah (OPD) lintas sektor, di antaranya DPUPR, Dinas Perkim, Bappelitbangda, Kominfo, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Disdikpora, Satpol PP dan Damkar, RSUD dr. Sayidiman, Disperindag, TNI, Polri, PDAM Lawu Tirta, PLN, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta BPBD Magetan sebagai koordinator pelaksana.

Dalam laporannya, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, S.Sos, menyampaikan bahwa TRC-PB Multisektor memiliki tugas dan tanggung jawab penting dalam pelaksanaan kaji cepat bencana dan dampak bencana pada masa tanggap darurat.
“Kaji cepat ini mencakup penilaian kebutuhan, kerusakan, dan kerugian, yang hasilnya menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menetapkan status keadaan darurat bencana,” jelasnya.

Selama bimtek berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan materi dari tim Direktorat Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Materi yang diberikan meliputi tahapan penanganan darurat bencana, manajemen upaya penyelamatan dan evakuasi, serta simulasi pengkajian cepat bencana.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas TRC-PB Multisektor Kabupaten Magetan semakin meningkat dalam merespons bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi lintas sektor, guna mewujudkan Magetan yang tangguh bencana.

BPBD Magetan Lakukan Pembersihan dan Pengecekan EWS di Wilayah Kecamatan Poncol

Magetan, 4 November 2025 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan melaksanakan kegiatan pembersihan dan pengecekan rutin alat Early Warning System (EWS) di wilayah Kecamatan Poncol pada Selasa (4/11).

Kegiatan dilakukan di tiga titik lokasi, yaitu Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, satu unit EWS Tanah Longsor. Desa Cileng, Kecamatan Poncol, dengan satu unit EWS Tanah Longsor. Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan dengan satu unit EWS Tanah Longsor.

Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat EWS berfungsi optimal dalam menghadapi potensi bencana pada musim penghujan yang rawan bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor, banjir, dan banjir bandang.

Hasil dari pengecekan menunjukkan bahwa EWS di Desa Cileng dan Desa Gonggang masih berfungsi dengan baik, namun EWS di Kelurahan Sarangan baterai lemah, kondisi tidak mengisi. Tim juga melakukan pembersihan area sekitar alat agar tidak terhalang oleh kotoran atau vegetasi tumbuhan yang dapat mengganggu kinerja sensor.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Magetan, Suparman S,sos menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan EWS ini merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.

“Kami memastikan seluruh sistem peringatan dini tetap berfungsi dengan baik, apabila dalam pengecekan terdapat kerusakan bisa ditindaklanjuti dengan segera. BPBD Magetan akan terus melakukan pengecekan secara berkala di seluruh titik EWS yang tersebar di beberapa kecamatan, sebagai persiapanan menghadapi musim penghujan.” ujarnya.

BPBD Kabupaten Magetan mencatat terdapat 11 unit EWS yang tersebar di wilayah rawan bencana, meliputi Kecamatan Poncol, Plaosan, dan Kartoharjo. Kesebelas alat tersebut terdiri dari EWS Banjir, Banjir Bandang, dan Tanah Longsor.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Magetan berharap sistem peringatan dini di seluruh wilayah dapat berfungsi maksimal sehingga masyarakat dapat segera melakukan langkah antisipatif saat terjadi potensi bencana.

BPBD Kabupaten Magetan mengimbau masyarakat agar turut menjaga fasilitas EWS yang telah terpasang dan segera melaporkan kepada BPBD apabila ditemukan kerusakan atau gangguan pada alat tersebut.

BPBD Magetan Laksanakan Koordinasi Pascabencana Cuaca Ekstrem di Tiga Lokasi

Magetan, Selasa (4/11/2025) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi melaksanakan kegiatan koordinasi pascabencana cuaca ekstrem di beberapa wilayah terdampak, Selasa (4/11).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kejadian cuaca ekstrem hujan dengan intensitas tinggi hingga sedang disertai angin yang terjadi pada akhir Oktober lalu.

Cuaca ekstrem pada Rabu (22/10/2025) menyebabkan bagian dapur rumah warga roboh di Desa Plangkrongan, Kecamatan Plaosan. Peristiwa serupa juga terjadi pada Kamis (23/10/2025), di mana tanah longsor menyebabkan kandang dan tembok kamar mandi rumah warga jebol. Sementara itu di Kelurahan Alastuwo, Kecamatan Poncol, terjadi tanah longsor yang mengakibatkan talud rumah longsor dan mengancam bangunan di atasnya.

Sebelumnya, BPBD Magetan telah menyalurkan bantuan kebutuhan mendesak berupa terpal untuk mengantisipasi longsor susulan dan bantuan kebutuhan mendesak lain seperti makanan siap saji, selimut dan peralatan kebersihan. Berdasarkan hasil pendataan, penghuni rumah masih dapat menempati bangunan mereka dengan kondisi aman sementara waktu.

Dalam kegiatan monitoring dan koordinasi lapangan bersama perangkat desa, tim dari Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Magetan merencanakan pemberian bantuan material bangunan seperti batu belah, batako, semen, dan pasir. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar rumah warga terdampak kembali layak huni.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Magetan, Rahayuningsih, S.Sos dengan melibatkan perangkat desa setempat untuk memastikan proses pendataan dan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran.

“BPBD Magetan berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana, agar mereka dapat segera memulihkan kondisi tempat tinggalnya secara aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Magetan juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama tanah longsor dan angin kencang, mengingat intensitas hujan di wilayah Magetan mulai meningkat pada awal November ini.

BPBD Magetan Menghadiri Rapat Lintas Instansi Terkait Pemasangan Bronjong Sungai di Desa Mantren

MAGETAN – BPBD Kabupaten Magetan melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) menghadiri rapat lintas dinas dan instansi secara bersamaan akan dilaksanakan peninjauan lokasi terkait rencana pemasangan bronjong sungai di Desa Mantren, Kecamatan Karangrejo, pada Selasa (4/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi, S.Sos, bersama perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Magetan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Polsek Karangrejo, dan Koramil Karangrejo.

Peninjauan lapangan dilaksanakan untuk menindaklanjuti dan mengetahui kondisi tebing sungai di Desa Mantren yang mengalami longsor. Longsor tersebut mengakibatkan sebagian tebing sungai mengalami kerusakan cukup parah dan mengancam dua rumah warga di sekitar lokasi.
Sebagai langkah mitigasi bencana, BPBD Magetan bersama instansi terkait menyusun rencana pemasangan bronjong penahan tebing guna mencegah kerusakan lebih lanjut.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa bronjong dan material batu akan disediakan oleh BPBD Magetan serta BBWS Bengawan Solo, sementara itu alat berat (bego) dan peralatan teknis lainnya akan didukung oleh Dinas PU Magetan.
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikkan tebing sungai dan meminimalisir potensi bencana yang dapat berdampak pada permukiman warga.

“Melalui sinergi antar lintas instansi ini, diharapkan upaya penanganan longsor dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. BPBD Magetan terus berkomitmen melakukan langkah-langkah mitigasi untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana,” ujar Eka Wahyudi, S.Sos, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan.

BPBD Magetan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai standar keselamatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BPBD dalam memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di wilayah Kabupaten Magetan.