Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan melakukan asesmen lapangan di sejumlah wilayah pada Rabu (2/9/2026) sebagai langkah mitigasi dan antisipasi terhadap potensi dampak musim kemarau, khususnya ancaman kekeringan dan krisis air bersih.
Asesmen dilakukan sebagai tindak lanjut atas pemberitaan mengenai adanya potensi kekeringan di Desa Kuwon dan Desa Karas, Kecamatan Karas, serta Desa Trosono dan Desa Sayutan, Kecamatan Parang. Petugas BPBD berkoordinasi dengan kepala desa dan perangkat desa setempat untuk memperoleh informasi kondisi terkini mengenai ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Dari hasil asesmen di Desa Kuwon dan Desa Karas, Kecamatan Karas, tidak ditemukan adanya laporan kekeringan. Pasokan air bersih melalui PAMSIMAS masih tergolong cukup dan berjalan dengan lancar sehingga kebutuhan air bersih masyarakat masih dapat terpenuhi. Sementara itu, hasil asesmen di Desa Trosono dan Desa Sayutan, Kecamatan Parang, juga menunjukkan kondisi yang relatif aman. Ketersediaan air bersih melalui PAMSIMAS dan sumur dalam masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, dampak kekeringan maupun kebutuhan mendesak terkait air bersih di empat desa tersebut nihil. BPBD Kabupaten Magetan akan terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi di lapangan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak musim kemarau.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan air, menghemat sumber daya air, serta segera melaporkan kepada pemerintah desa apabila terjadi penurunan ketersediaan air bersih. Pemerintah desa di wilayah yang telah dilakukan asesmen juga akan terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Magetan apabila terdapat perkembangan atau perubahan kondisi di wilayah masing-masing.
