MAGETAN – Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), telah terdeteksi aktivitas gempa bumi dengan magnitudo 1,9 pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 22.09.17 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 7,77° LS dan 111,23° BT, atau sekitar 18 kilometer barat daya Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dengan kedalaman 20 kilometer. Secara administratif, lokasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.

Hingga Jumat, 9 Oktober 2026, belum terdapat laporan dampak akibat gempa bumi tersebut di wilayah Kabupaten Magetan.
BPBD Kabupaten Magetan telah berkoordinasi dengan BMKG Nganjuk untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait kejadian tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi, hingga saat ini belum ditemukan adanya sesar atau patahan yang teridentifikasi di sekitar lokasi gempa.
BMKG menjelaskan bahwa berdasarkan kedalaman dan lokasi episenternya, gempa tersebut memiliki karakteristik sebagai gempa bumi dangkal. Mengingat sumber gempa berada di daratan, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah aktivitas sesar atau patahan aktif, baik yang belum teridentifikasi di sekitar sumber gempa maupun yang berkaitan dengan Sesar Pandan di sebelah utara wilayah Kabupaten Magetan.
Meski demikian, penyebab pasti gempa bumi tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut. BMKG juga menjelaskan bahwa gempa bumi tidak hanya berkaitan dengan satu titik episenter, melainkan melibatkan bidang sumber gempa. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik dan kemungkinan keberadaan sesar atau patahan yang belum teridentifikasi.
BPBD Kabupaten Magetan terus memantau perkembangan informasi dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diharapkan memperoleh informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG dan BPBD Kabupaten Magetan.
