BPBD KAB MAGETAN

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024 di Lingkungan BPBD Kab. Magetan

Seluruh Pegawai di Lingkungan BPBD Kabupaten Magetan mengikuti Upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni 2024. Sebagian upacara di halaman Pemerintah Daerah Kabupaten Magetan, Sebagian lagi di Halaman BPBD Kabupaten Magetan.

Upacara di Halaman kantor BPBD dimulai pada pukul 07.00 WIB.
Bertindak selaku Pemimpin Upacara yaitu Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kab. Magetan Bapak Yok Sujarwadi, SSTP dan yang Bertindak selaku Komandan Upacara; Sudarsono.

Pada upacara ini dibacakan sambutan Plt. Bupati Magetan dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila. Peringatan Hari Lahir Pancasila untuk tahun 2024 mengusung tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”. Hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 2 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024.

Tema tersebut bermakna bahwa Pancasila telah menyatukan seluruh bangsa Indonesia dengan segala perbedaannya. Persatuan ini diharapkan dapat menyongsong 100 tahun Indonesia Emas yang maju, mandiri, dan berdaulat.

Masih dari surat edaran yang sama, logo peringatan Hari Lahir Pancasila 2024 tahun ini berupa “Sandra Taru” yang berarti Pohon Persatuan. Logo tersebut mencerminkan gotong royong dan kesetaraan.

Sandra Taru atau Pohon Persatuan diambil dari nilai sila ketiga Pancasila yang bersimbol pohon beringin. Pohon dilambangkan sebagai sumber kehidupan dan menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

JALAN TEMBUS – SARANGAN LONGSOR TIDAK ADA KORBAN JIWA

Informasi masuk kepada Pusdalops-PB BPBD Kab. Magetan pada hari Sabtu (20/04) bahwa Hujan intensitas ringan hingga sedang yang turun terus menerus lebih dari 3 jam (Jumat, 19 April 2024) pukul 18.00 WIB s.d 22.00 WIB menyebabkan tebing Jalan Raya Sarangan – Tawang Mangu Kel. Sarangan RT 01 RW 01, Kec. Plaosan, Kab. Magetan longsor dan menimpa 75% badan jalan raya dengan ketinggian -+10m, panjang -+8m, tebal -+2m sehingga mengganggu arus lalu lintas kendaraan R2 maupun R4 dan diberlakukan buka tutup lalu lintas jalan. Selain itu material longsor berupa tanah liat dan batu menimpa kabel milik telkom dan penerangan jalan umum.

Sabtu (20/04) pukul 06.20 WIB TRC-PB BPBD Magetan menuju kelokasi kejadian. Pusdalops-PB melakukan pendataan dan koordinasi penanganan. Pukul 07.00 WIB TRC-PB BPBD Magetan bersama TNI, Polri, DPU Bina Marga Prov Jatim, DPUPR Magetan, Dishub Magetan, DLH Magetan, PMI Magetan, Perangkat Kel Sarangan, Perangkat Kec Plaosan, Telkom Magetan, Potensi Relawan kerjabakti pembersihan material longsor menggunakan alat berat dan manual. Pukul 13.00 WIB kerjabakti penanganan tanah longsor selesai dilakukan dan selanjutnya dilakukan pembersihan, penyemprotan menggunakan air untuk memastikan sisa lumpur tidak membahayakan pengguna jalan.

Dampak dari tanah longsor yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB adalah Tebing jalan dan ladang sayur milik Ibu Warsini Kel. Sarangan RT 01 RW 01 dengan kerugian -+500rb. Tinggi longsoran -+10m, panjang -+8m, dan tebal -+2m. Material longsor menimpa kabel penerangan jalan umum, kabel telkom dan menutup 75% badan jalan dan pada pukul 13.00 WIB Kerjabakti pembersihan material tanah longsor telah selesai dilakukan, arus lalu lintas kembali normal dan kabel yang tertimpa material sudah dapat ditangani oleh petugas.

BPBD Kabupaten Magetan menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, berhati-hati dampak cuaca ekstrim peralihan musim penghujan ke musim kemarau apabila terdapat kejadian serupa ataupun bencana lainnya dapat menghubungi nomor pelayanan BPBD Kabupaten Magetan.

#SiapUntukSelamat
#BencanaUrusanBersama
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#BPBDMagetan

KEBAKARAN GUNUNG BUNGKUK PARANG KABUPATEN MAGETAN

Informasi masuk kepada BPBD Kabupaten Magetan pada Senin (04/09) pukul 18.45 WIB telah terjadi kebakaran Lahan Jati di Gunung Bungkuk masuk wilayah Ds Nglopang – Ds Mategal, Kec Parang, Kab Magetan dengan luas lahan terbakar -/+2 hektar. Titik api mulai terlihat pukul 13.30 WIB di bagian puncak gunung bungkuk dan merembet turun hingga -/+1km kepemukiman warga. Perangkat desa dan warga bersama-sama melakukan pemadaman titik api tersebut hingga padam. Lalu pukul 17.30 WIB terdapat titik api kembali mengarah ke pemukiman -+50m dan 2 titik api di puncak gunung bungkuk.

Senin (04/09) Pukul 19.23 WIB TRC-PB dan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magetan menuju ke lokasi kejadian. Pusdalops-PB melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk pemadaman api dan pendataan. TRC-PB BPBD, TNI/POLRI, Perangkat Desa Nglopang dan Mategal dan Masyarakat setempat melakukan pemadaman secara manual menggunakan gepyok dan melakukan ilaran agar api tidak merembet. Pukul 20.00 WIB titik api yang mendekati pemukiman dapat dipadamkan, namun 2 titik apik yang berada di puncak gunung masih menyala. TRC-PB dan Pusdalops-PB, TNI/Polri, Perangkat Desa dan Masyarakat standby dan pemantauan karena terkendala medan yang curam.

BPBD Kabupaten Magetan menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati apabila membakar sampah kering, membuat perapian di lahan ataupun hutan.

BPBD KABUPATEN MAGETAN ADAKAN GLADI LAPANG BENCANA BANJIR AKIBAT LONGSOR BENDUNGAN TELAGA PASIR BERSAMA LINTAS SEKTOR

Magetan 23 Agustus 2023, Giat gladi lapang bencana banjir akibat longsoran bendungan telaga pasir tersebut dilaksanakan di Lapangan Polres Magetan (depan Polsek Kota Magetan) yang diikuti oleh TNI, POLRI, OPD terkait, potensi relawan, perangkat Desa/ kelurahan dan masyarakat dari 13 (tiga belas) Desa/ Kelurahan yang terdampak yang terbagi di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Plaosan dan Magetan dengan total peserta yaitu 260 orang.

Tujuan yang mendasari diadakannya giat tersebut adalah sesuai dengan Rencana Tindak Darurat (RTD) yang dikeluarkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, dan selain itu untuk meminimalisirr kerugian jiwa dan harta benda yang dimungkinkan dapat terjadi akibat keruntuhan Bendungan Telaga Pasir.

Giat simulasi ini dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan, Bapak Ari Budi Santosa, SH, MM, yang dalam pembukaan tersebut Bapak Kalaksa menyampaikan “bahwasanya sesuai dengan perundang-undangan kebencanaan, Bencana adalah urusan bersama yang tidak dapat dilakukan oleh Pemerintah saja, melainkan melibatkan unsur pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.”

Dalam simulasi tersebut diperagakan mulai dari diseminasi informasi peringatan dini, pembentukan Pos Lapangan, evakuasi, penanganan darurat, koordinasi lintas sektor, sampai dengan pemenuhan kebutuhan dasar.